Arsip | ARTIKEL RSS feed for this section

Berkelana (Bagian 2)

4 Mei

KERETA MASIH SEPI SEBELUM PEDAGANG ASONGAN MENJAJAKAN DAGANGANNYA

KERETA MASIH SEPI SEBELUM PEDAGANG ASONGAN MENJAJAKAN DAGANGANNYA

Sebelum menceritakan kejadian yang dialami semakin jauh. Mari kembali ke dalam situasi dan kondisi di kereta. Di dalam kereta, banyak sekali kejadian menarik, mulai dari perjalanan sepanjang kurang lebih 300 kilometer. Sejak dari Kuningan, Cirebon, Indramayu, Subang, Karawang, Bekasi dan tentunya Jakarta sebagai tujuan awal pengembaraan.

Di kereta banyak perilaku lucu, unik, sekaligus menyebalkan. Kadang, kita merasa tidak nyaman ketika ada pedagang hilir mudik menawarkan rupa-rupa jajanan.

SEORANG DARA YANG MENGAKU DARI KUTOARJO, IA PUN BARU KE JAKARTA UNTUK MENGADU NASIB

SEORANG DARA YANG MENGAKU DARI KUTOARJO, IA PUN BARU KE JAKARTA UNTUK MENGADU NASIB

Keterusikan dari rasa nyaman salah satu faktor utama. Apalagi jika mendapatkan pedagang yang memasakan dagangannya supaya dibeli. Tentu saja timbul kekecewaan, kemarahan dan ketidaksenangan.

KETIMBANG BELI JAJANAN DARI LUAR, LEBIH BAIK BAWA SENDIRI DARI RUMAH. LEBIH AMAN!

KETIMBANG BELI JAJANAN DARI LUAR, LEBIH BAIK BAWA SENDIRI DARI RUMAH. LEBIH AMAN!

Namun, apakah betul kita merasa terganggu? Jawaban sangat beragam dan kita sulit memilahnya menjadi argumen tepat. Persoalannya terletak pada ego masing-masing di saat menghadapi situasi dan kondisi seperti itu. Seperti Adik, mengatakan “tidak” pada pedagang sambil tertawa. Ia jelas belum mengetahui duduk perkaranya. Apakah termasuk kecewa, marah atau sebaliknya merasa senang.

Baca lebih lanjut

Siapapun Caleg Duduk di DPR Takan Perhatikan Rakyat

14 Apr

“Siapa pun calon legislatif (Caleg) yang akan duduk di DPR tidak akan mampu merubah kondisi bangsa yang tengah carut marut.” Ungkapan ini bukan bentuk pesimistis namun berdasarkan pengalaman setiap pemilihan umum legislatif (Pileg). Bercermin pada Pileg 1955 sampai 2009, hanya melahirkan orang-orang terhormat (baca:status sosial). Bukan menghormati hak-hak rakyat.

Mereka (pekerja partai) bersusah payah memeroleh dukungan rakyat untuk menjadikan dirinya memiliki penghasilan. Jika Pileg sebelumnya mengandalkan pernasiban melalui nomor urut. Maka sekarang mengharapkan belas kasihan. Namun apakah belas kasihan itu tidak serta merta diturunkan secara tiba-tiba. Mereka pun harus merogoh kocek ratusan juta rupiah.

Baca lebih lanjut

Bupati Kuningan Semai Ikan di Situ Paniis Pasawahan

10 Mar

tanam-ikanBupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda memiliki kebiasaan baru setiap hari minggu pagi atau saat libur. Ia bersama unsur musyawarah pimpidanan daerah (Muspida), seperti Dandim 0615 Kuningan, Kapolres dan kepala dinas, badan dan kantor. Yakni mengayuh sepeda dengan kelompok sepeda sehat Kuningan (SSK). Disela-sela hobi barunya itu, bupati memanfaatkan untuk pelestarian lingkungan.

Seperti liburan beberapa waktu lalu, bupati bersama unsur Muspida bersepeda ke wilayah selatan Kuningan, khususnya Kec Pasawahan dan SMP Negeri 1 Pasawahan. Di sana, bupati melakukan tabur benih ikan di situ Paniis. Begitu pun di SMP Negeri 1, melakukan hal serupa. Penyemaian benih ikan, tujuannya agar ekosistim yang ada di situ dan kolam menjadi seimbang.

Baca lebih lanjut

Politik Masyarakat Kuningan Menjelang Pemilu 2009

1 Mar

Survey Sosial Lembaga Penelitian Sosial

Oleh : Iman Subasman, S.Si *)

Survey ini kami lakukan untuk mengetahui preferensi politik masyarakat Kuningan menjelang Pemilu 2009,hal ini sangat penting bagi kami mengingat event politik paling besar ini hanya berlangsung 5 tahun sekali sekaligus menjadi bahan studi kami dalam melihat perkembangan prilaku politik masyakat.

Baca lebih lanjut