Warga Jabranti Terisolasi

13 Mei

Akibat hujan lebat di wilayah Kecamatan Karangkancana, warga Kampung Banjaran Desa Jabranti terisolasi karena jalan yang menghubungkan ke daerah itu terputus dikarenakan longsor. Sedikitnya 700 warga kampung tersebut, tidak bisa ke luar wilayahnya. Hal ini membuat perputaran ekonomi seperti terhenti.

Dampak dari guyuran hujan, sekitar 80 persen padi disuplai dari Kampung Banjaran untuk kebutuhan warga Desa Jabranti dan sekitarnya tetapi sekarang menjadi terhenti karena jalannya terbawa longsor.

Meskipun Kampung Banjaran merupakan daerah rawan longsor. Namun sekitar 700 warga enggan direlokasi ke daerah lain. Alasan yang disampaikan bermacam-macam. Diantaranya. sudah betah, memiliki rumah dan harta benda yang tidak dapat dipindahkan dan seterusnya. Sehingga mereka enggan memulai kehidupan baru.

Selain itu, bukan semata-mata tidak takut akan bencana yang bisa mengancam setiap saat terutama musim hujan tetapi jika Kampung Banjaran Desa Jabranti ditinggalkan, maka bisa berdampak terhadap kondisi perekonomian dan kesejahteraan warga Desa Jabranti secara keseluruhan.

“Memang, dulu Pemkab Kuningan telah melakukan relokasi ke Kampung Kedaton tetapi warga malah kembali ke Kampung Banjaran karena harta kekayaan mereka baik sawah, ternak maupun lain-lainnya berada di daerah penopang ekonomi desa,” tutur Rusdiana, Kepala Dusun Banjaran Desa Jabranti Kec. Karangkancana.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: