Depresi Alatan Terhimpit Ekonomi

22 Feb

Titi, kaus merah depresi alatan himpitan ekonomi

Takanan jiwa, tidak saja dialami oleh masyarakat perkotaan. Bisa jadi karena tekanan ekonomi yang besar, sementara penghasilan sangat minim. Sehingga seluruh kebutuhan hidup kurang terpenuhi dengan baik. Dampaknya jika berlangsung lama dan terus menerus membuat orang bersangkutan mengalami depresi cukup akut.

Seperti kejadian di Desa Cipasung Kecamatan Darma yang dialami Titi (20) warga RT 08/03 desa setempat. Mengalami depresi hebat. Sehingga pihak keluarganya tidak mampu mengendalikan. Akhirnya jalan terakhir yang digunakan adalah mengurungnya di dalam ruangan sempit.

Menurut cerita Suriah (55), ibu kandung Titi. “Titi sudah menikah dengan seorang lelaki yang berasal dari Kecamatan Subang. Usia perkawinannya hampir dua tahun. Mungkin karena ekonomi keluarga anaknya tidak kunjung membaik, karena keduanya dagang akhirnya mengalami stress berat,” terangnya.

Titi, jika tengah kumat stressnya. Ia sering menganiaya diri sendiri dan kabur dari rumah tanpa arah tujuan. Hal itu membuat dirinya sebagai orang tua merasa khawatir. Padahal sebelumnya sudah berobat sampai ke rumah sakit di Bandung. Namun penyakitnya belum sembuh juga.

Karena khawatir Titi, kabur akhirnya Suriah mengambil cara lain yaitu mengurungnya di dalam kamar sempit. Padahal biaya untuk pengobatan Titi tidak sedikit, sawah dan kebun sudah dijual dan sekarang sudah habis. “Ya saya kan orang tidak punya, dari mana uang untuk melanjutkan pengobatannya,” ungkapnya dengan air mata berlinang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: