Siapa Bertanggungjawab Atas Musibah Parangtritis?

16 Feb

ELI (32), warga RT 04 RW 02 Blok Kliwon Desa Cipasung Kecamatan Darma orang tua Aditiya Ahmad pelajar MTs Arrasyid Kecamatan Darma. Tidak sanggup membendung air matanya. Kendati sudah disusut puluhan bahkan ratusan kali tetap air matanya mengalir semakin deras.

Ia tidak menyangka kalau anaknya yang duduk di kelas IX sekolah tersebut, ketika meminta ijin akan mengikuti wisata ke Prangtritis Jogjakarta bersama rombongan sekolahnya. Ketika pulang hanya meninggalkan nama. Sebab ia terseret gelombang ombak laut itu  hingga tewas.

“Saya dikabari oleh temannya anak saya melalui SMS, setelah kejadian anak saya terseret ombak Pantai Parangtritis. Ia hilang tertelan ombak, pada saat itu anak saya, katanya hendak berenang,” ucapnya terbata-bata sambil menghapus air matanya yang tak kunjung kering.

Tidak hanya Aditiya yang menjadi korban keganasan pantai parangtritis. Padahal biasanya parantritis memberikan kedamaian pada pengunjungnya. Namun kali ini sepertinya amarahnya tidak terbendung sehingga melumat pengunjung pelajar dari Kabupaten Kuningan.

Ketiga korban lainnya yang berasal dari MTs Arrasyid. Diantaranya Anugrah (14), Dede Rian (15) dan Anggi (15). Setelah mereka ditemukan, langsung dievakuasi, dimandikan dan disolat jenajahkan secara bersamaan di Asrama Kujang Jogjakarta. Asrama milik mahasiswa asal Jawa Barat.

Selain keempat korban yang sudah ditemukan. Masih ada korban lainnya sebanyak tiga orang dan sampai saat ini belum ditemukan oleh tim SAR dari Jogjakarta. Kendati tingkat kesulitan dialami tim SAR, namun mereka tidak letih untuk terus melakukan pencarian korban hilang. .

Ketiga korban yang belum diketahui diantaranya Regi Prasetyo (14) warga Desa Cageur Kecamatan Darma, Agus Agrojani (15) dan Endi (15) warga Desa Cipasung Kecamatan Darma.

Anah (45), orang tua Iman Taufik, korban selamat. Mengungkapkan dirinya sangat marah, kesal dan sakit hati. Atas perilaku kepala MTs Arrasyid. Soalnya dia tidak langsung menghubungi orang tua korban. Justru orang tua korban memeroleh dari pihak lain.

“Kejadian ini kan cukuk meresahkan orang tua siswa yang anak-anaknya ikut studi tour. Namun sepertinya kepala sekolah tidak seolah-olah kurang bertanggung jawab atau kejadian ini. Selayaknya, dia (kepala sekolah sekolah) secepatnya mengabarkan kejadian itu. Bukan malah diam-diam saja,” ucapnya sengit.

Iman Taufik, korban selamat ketika ditanya. Tampaknya masih trauma atas kejadian itu. Namun menurut beberapa sumber kejadian itu. Awal kejadian itu ketika mereka tengah asik bermain bola dan berenang di pantai. Namun tiba-tiba datang ombak sangat besar tanpa bisa dihindari dan langsung menyeret masyarakat yang ada di pantai.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: