DAK Pendidikan 2009, Diduga Sekolah Keluarkan SP Ganda

5 Nov

Dana alokasi khusus (DAK) pendidikan 2009 di Kabupaten Kuningan dikelola secara tidak profesional dan kesan mangpang meupeung. Jika tahun-tahun sebelumnya perilaku tidak profesional dan hanya menguntungkan tingkat pejabatnya saja sekarang beralih ke pihak sekolah.

Modus yang digunakan untuk mengeruk kepentingan pribadi dengan cara mengeluarkan surat pesanan (SP) ganda. Modus ini tergolong cantik dan dianggap tidak akan menuai kerawanan. Namun kenyataannya justru semakin membuat DAK setiap tahun kisruh.

Pihak sekolah mengeluarkan SP tidak hanya ke satu rekanan pengadaan baja ringan. Namun ke beberapa rekanan. Contohnya kepala sekolah A memberikan SP ke rekanan B dengan imbalan match fee (jasa pengadaan). Selain mengeluarkan ke rekanan B, dikeluarkan lagi ke C dengan modus sama.

Berdasarkan informasi yang diperoleh sebanyak 23 lebih SP ganda telah ditemukan. Bahkan menurut isyu telah berada di tangan aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti secara hukum. Namun perekayasaan SP aspal ini belum diketahui secara pasti berasal dari mana.

Untuk sementara baru diduga SP ganda berasal dari SD Negeri 2 Baok Kecamatan Ciwaru. Berdasarkan informasi dari perusahaan, SD Negeri 2 Baok telah mengeluarkan 6 SP pengadaan rangka atap baja ringan ke enam perusahaan. Kejadian itu kontan mengejutkan semua pihak.

Belum diketahui motif dari pengeluaran 6 SP tersebut. Namun, diduga kuat untuk mengeruk sebanyak-banyaknya keuntungan pribadi dari fee yang diberikan perusahaan penerima SP. Sekolah itu juga diisukan terlibat dugaan kasus penipuan kepada sebuah toko material Alinda di Desa/Kecamatan Garawangi.

AN (40) kepala SD Negeri 2 Baok, datang ke toko material tersebut. Di sana ia menjanjikan akan memesan seluruh barang material yang dibutuhkan sekolahnya dari program DAK dengan catatan ada fee dari toko material untuk dirinya.
Fee pun dikeluarkan pihak toko material Rp700 ribu yang dibuktikan dengan sebuah nota.

Namun hingga saat ini, AN tidak pernah kunjung kembali ke toko material untuk memesan barang sesuai yang dijanjikannya. “Bukti nota pemberian fee-nya dari toko material buat SDN 2 Baok sudah ada di tangan saya,” ujar seorang karyawan toko material yang enggan disebutkan namanya.

Di tempat terpisah, Direktur CV. Trio Putra Mohamad Riyanto mengaku telah menerima SP pengadaan rangka atap baja ringan asli dari SDN 2 Baok. Namun pihaknya belum berani mengirimkan barang ke sekolah tersebut dengan alasan SDN 2 Baok diketahuinya telah mengeluarkan banyak SP rangka atap baja ringan ke perusahaan lain.

“Saya sendiri bingung. Kata petugas saya di lapangan SDN 2 Baok malah sudah mengeluarkan 6 SP. Kita sendiri sudah 2 kali ke sana, tapi kepala sekolahnya tidak pernah ada di tempat. Handphone-nya juga mati terus,” ungkap dia.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: