Pasar Kedelai tak Terpenuhi Petani Kuningan

29 Okt

Kebutuhan terhadap kedelai di Kabupaten Kuningan sekitar 6.000-7.000 ton pertahun. Sedangkan produksi petani hanya mencapai 1.050 ton. Kekurangan kedelai selama ini dapat terpenuhi dari daerah lain. Padahal jumlah petani di Kabupaten Kuningan cukup signifikan.

Menurut pengamat ekonomi lokal, Ucin, SE., kekurangan kedelai dapat terpenuhi dari sentra-sentra pertanian diantara Kabupaten Brebes, Ciamis dan Jawa (dari Provinsi Jawa tengah dan Timur). Begitu pun petani di Kuningan menjual kedelainya ke luar kota seperti pasar Cibitung, Induk Jakarta dan Cirebon.

“Tata niaga seperti itu sudah lajim. Sebab ada beberapa persoalan khususnya mengenai kualitas kedelai itu sendiri. Sedangkan si pembeli atau produsen selalu menitik beratkan pada harga murah. Karena mereka juga menjual ke industri-industri kecil yang ada di Kabupaten Kuningan,” ungkapnya.

Persoalan kekurangan kedelai merupakan cerita klasik, kata Ucin, sebab setiap tahun produksi kedelai tidak pernah dapat memenuhi kebutuhan pasar lokal. Padahal kebutuhan industri rumah tangga, khususnya pengrajin tempe dan tahu cukup menjanjikan. Namun belum sepenuhnya dimanfaatkan petani setempat.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan, H. Iman Sungkawa mengungkapkan, “Kurang terpenuhinya kebutuhan kedelai merupakan tantangan termasuk peluang bagi para petani guna terus meningkatkan produksi dan produktivitas  kedelai,” ungkapnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: