Wakil Ketua DPRD Marah Hadapi Pengunjukrasa APBD gate 2006

26 Okt

APBD gate 2006Puluhan mahasiswa yang merupakan gabungan dari Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Kuningan, BEM Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Cigugur dan Organisasi Intra Universitas Kuningan (Uniku), menganggap jika permasalahan APBD gate 2006 dipetieskan.

Namun kematangan mental wakil ketua DPRD Kab. Kuningan dari Partai Golkar, H. Yudi Budiana tidak tampak dalam adu argumentasi dengan pengunjuk rasa yang mendatangi gedung wakil rakyat. Ia terlihat marah ketika dicecar pertanyaan dan dimintai keterangannya terkait kasus APBD gate tahun 2006.

Padahal berdasarkan data temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), disebutkan beberapa hal kejanggalan yang meliputi pengeluaran belanja Rp 76.650.000, pengeluaran belanja sekretariat Rp 58.335.000, pengeluaran belanja tak tersangka yang belum dipertanggungjawabkan Rp 1.234.087.000, kegiatan pengadaan semen dan besi beton yang melebihi ketetapan harga tertinggi Rp 46.725.817,66.

“Kami tidak bisa memutuskan karena hal tersebut menyangkut kesekretaritan dewan sehingga akan dikonfirmasikan dulu ke Pak Sekwan, H. Ridwan Setiawan selaku pengguna anggaran, apakah sudah dikembalikan atau belum,” tandas Yudi Budiana.

Ditegaskan Yudi, pihaknya tidak bisa langsung memutuskan begitu saja karena ia bersama anggota dewan lainnya hanya menyerap aspirasi untuk ditindaklanjuti. Maka dari itu, besok Selasa (27/10) pun, bisa saja personal mahasiswa atau  atas nama HMI  untuk bertemu lagi.

Namun karena desakan dari mahasiswa, akhirnya, DPRD pun menghadirkan Sekretariat Dewan, H. Ridwan Setiawan yang tadinya tengah mengikuti rapat di luar DPRD guna memberikan keterangan segamblang-gamblangnya kepada para mahasiswa.

Dijelaskan Sekretariat Dewan, H. Ridwan Setiawan, memang hasil temuan BPK tahun 2006 sudah ditindaklajuti sebagaimana hasil rekomendasi audit BPK sebelumnya. Pada proses penyelesaian APBD tahun 2006-2007 saat itu, terjadi massa transisi sehingga banyak aturan yang berubah-ubah.

Sementara itu, Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Kuningan, Erles Herman Tanwijaya ketika dikonfirmasi, ia pun mengaku heran dan tanda tanya dengan sikap Wakil Ketua DPRD, H. Yudi Budiana yang marah ketika dimintai penjelasannya padahal semestinya, pimpinan harus tahu dengan permasalahan yang terjadi di lingkup kerjanya.

“Dari temuan BPK terkait APBD tahun 2006, tidak menutup kemungkinan APBD sebelumnya dari tahun 2001 sampai sekarang ini, terindikasi permasalahan  sehingga harus ditindaklanjuti sekaligus di follow up DPRD, jangan sampai dipetieskan,” ketusnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: