Siswa SMA 1 Cigugur Ditusuk Temannya, Bukti Kegagal Pendidikan di Kuningan

30 Agu

Dian Septiani (16) siswa kelas XI SMAN 1 Cigugur Kab. Kuningan ditusuk bagian pinggang sebanyak enam kali oleh temannya sendiri NS (16) salah seorang warga Desa Cipakem Kecamatan Maleber. Kejadian itu mengundang keperihatinan bahwa pelajar di Kabupaten Kuningan suda berperilaku menyimpang dan mengarah pada kriminalitas yang tidak dapat ditolerir.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa yang terjadi itu berawal ketika korban yang tinggal bersama pamannya di Kelurahan Purwawinangun diajak Ns menengok saudaranya kampung halamannya, Desa Cipakem. Seusai pulang sekolah, mereka pun menuju rumah NS dengan menggunakan sepeda motor.

Namun entah apa masalahnya, sesampainya di daerah Cipakem, tiba-tiba korban ditusuk dengan menggunakan senjata tajam sampai enam kali dari belakang. Akibatnya, korban terjatuh dan mengeluarkan banyak darah. Sedangkan tersangka langsung meninggalkan korban dan mengambil sepeda motor korban. Masih untung, ada warga setempat menemukan si korban dan membawa ke RSUD’ 45 Kuningan.

Namun pihak RSUD’ 45 tidak sanggup menangani korban yang sudah parah itu sehingga dilarikan ke RS. Hasan Sadikin Bandung. Luka serius yang dialami Dian, sebuah tusukan mengenai paru-paru. Hal itu penyebab pihak RSUD mengirimnya ke Bandung guna penanganan serius atas lukanya.

Atas kejadian itu, Sujarwo salah seorang aktifis lokal menyebutkan bahwa kejadian itu merupakan salah satu indikasi kegagalan pendidikan di Kabupaten Kuningan. Seharusnya pihak sekolah mampu melakukan pembinaan terhadap siswa agar mampu menekan emosional dan mengendepankan intelektual. Ternyata yang terjadi sebaliknya, atas kejadian itu perlu adanya revitalisasi pendidikan.

“Minimalnya begini, guru dan kepala sekolah termasuk aparat Dinas Pendidikan dievaluasi. Sebab selama ini ternyata sekolah hanya menitik beratkan pada soal biaya sekolah terhadap sekolah yang harus dibayar orang tua siswa. Itu kewajiban sedangkah hak memeroleh pendidikan yang layak tidak diperhatikan secara serius oleh pengelola pendidikan,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: