Disdikpora Dipertanyakan Terkait Alokasi DAK 2009

6 Agu

Data sekolah-sekolah penerima bantuan pusat Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan tahun 2009 untuk wilayah Kab. Kuningan dipertanyakan karena Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) justru tidak menggunakan data yang sudah ada di Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) tetapi malah menerjunkan tim lagi untuk melakukan survey.

“Yang patut dipertanyakan, kenapa Disdikpora tidak memampaatkan data base yang telah dibuat Bapeda terkait penentuan skala prioritas sekolah yang berhak menerima bantuan DAK tahun 2009,” tandas aktivis Forum Telaah Kebijakan dan Kinerja Daerah (F-Tekkad) Kab. Kuningan, Sujarwo.

Kebijakan tindakan seperti itu, menurut Mang Ewo panggilan akrab Sujarwo, mengundang banyak pertanyaan dan sorotan negatif sehingga sangat disesalkan karena seolah-olah, pendatan yang dilakukan oleh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) resmi tidak berguna sama sekali.

“Data-data sekolah rusak yang dibuat dengan memakan anggaran yang tidak sedikit oleh Bapeda, ternyata tidak dimampaatkan secara optimal sehingga percuma saja karena Disdikpora punya aturan main tersendiri dengan melakukan pendataan oleh timnya. Sebenarnya, kenapa sampai terjadi demikian,” ungkapnya.

Sorotan-sorotan negatif pun semakin menggelembung sehingga tidak dapat dihindarkan lagi, apalagi ketika ada salah satu kepala sekolah yang protes secara tertulis ke bupati akibat merasa tidak diakomodir karena mensinyalir penetapan sekolah penerima DAK di kecamatannya tidak transparan.

Dengan adanya tudingan ketidakpuasan terhadap hasil penetapan penerima DAK tahun 2009 tersebut, hendaknya pengelola DAK di tingkat Disdikpora Kab. Kuningan dan jajarannya mampu memberikan jawaban-jawaban melalui argumen yang masuk di akal sekaligus bisa diterima sebab sesuai dengan gambaran kondisi sebenarnya.

“Munculnya kekecewaan dari salah satu kepala sekolah di Kec. Nusaherang yang merasa terabaikan oleh kebijakan penetapan penerima DAK tahun 2009, bisa dijadikan indikator, kalau pola seleksi terhadap sekolah yang layak menerima bantuan masih belum dapat diterima. Maka dari itu, sudah semestinya, tim yang dipercaya, segera mencari formula baru yang benar-benar  ampuh guna mengatasi permasalahan tersebut,” tegasnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: