Tindakan Kriminal Menghipnotis di Kuningan Merajalela

2 Jul

Tindakan kriminal dengan modus menghipnotis korban telah meresahkan masyarakat di Kabupaten Kuningan. Pasalnya penipuan seperti itu telah  menimbulkan banyak korban. Sehingga korban kehilangan harta bendanya. Tindakan penghipnotisan, sering terjadi di halaman Toserba “Surya”. Memanfaatkan masyarakat yang sudah berbelanja.

Seperti kejadian beberapa waktu, salah seorang wartawan HU. Mitra Dialog Grup Pikiran Rakyat Bandung, Nunung Khasanah menjadi korban hipnotis. Sehingga Ia harus kehilangan uang sebesar Rp 14 juta, laptop (notebook) senilai Rp 4 juta dan handpone nokia seharga Rp 1,5 juta.

Awal kejadiannya, Nunung membeli keperluan rumah tangga seperti sabun cuci, susu dan lainnya. Kebetulan ia tidak ditemani suaminya, karena sudah terbiasa dan hal itu pun dilakukan setelah bekerja sebagai jurnalis. Di halaman parkir, ia bertemu dengan tiga orang lelaki.

Mereka mengaku berasal dari Malayasia, dan menanyakan jalan Ahmad Yani untuk bertemu seseorang. Konon katanya mereka ingin menyerahkan batu “giok”. Nunung pun memberitahukan letak jalan tersebut. Namun mereka justru membuat suatu skenario perdukunan.

“Orang yang tidak saya ketahui sebelumnya, berkata bahwa di tubuh saya ada dua belas jarum yang menutup sumber-sumber rejeki. Mereka pun menempelkan batu itu ke tangan saya dan ternyata ke luar lah jarum itu sebanyak lima buah. Saya merasa kaget dan secara tiba-tiba memercayai mereka,” terang Nunung.

Nunung pun menceritakan kronologisnya. Setelah mengeluarkan jarum, mereka bertanya ke dirinya memiliki apa. Ia pun menjawab memiliki laptop dan handpone. Ditanya lagi memiliki apa lagi dan laptopnya ada dimana? Di jawab lagi, kalau laptopnya ada di kantor dan tabungan di bank.

Mereka menyuruh, mengambil laptop di kantor perwakilan HU Pikiran Rakyat Kuningan dan ditemani mereka. Nunung, sadar ketika memberikan barangnya dengan perasaan ketakutan. Takut ketika mengambil barang itu diketahui orang lain dan ingin segera menyerahkan ke mereka.

Setelah menyerahkan, mereka meminta supaya dirinya menukar chip hp ke hp lainnya. Sedangkan yang punya dia dibawa orang itu. Mereka pun meminta nomor yang bisa dihubungi. Setelah itu, beberapa hari kemudian orang itu menghubunginya lagi dan menyuruh menstranfer uang.

Nunung pun menurutinya menransfer sejumlah uang. Namun hari lainnya lagi, mereka pun menghubungi lagi agar menransfer uangnya lagi. Ia pun dengan sadar melakukan hal sama. “Kejadian itu berlangsung hampir dua minggu lalu, atau pertengahan bulan ini,” ucapnya.

Sambungnya, “selama dua minggu itu pula tidak merasakan kehilangan atau apa pun. Pekerjaan tidak merasa tertanggu, berjalan seperti biasanya. Namun setelah lewat masa itu, tiba-tiba ingin bercerita kejadian itu ke suami. Memeroleh berita itu awalnya sok juga tapi yah mau diapain lagi,” ucapnya.

Masih kata Nunung, “yang saya tidak mengerti, kenapa memberikan barang semudah itu? Dan saya sadar memberikannya, tapi tidak ada pikiran untuk menolak atau melawan permintaan mereka. Justru saya menurutinya. Anehnya lagi, selama dua minggu itu saya tidak mampu bercerita ke orang lain,” jelasnya.

Nunung pun tidak melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian dengan alasan. “Mungkin bukan rejeki saya, biarkan saja lah,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Atas kejadian itu, seharusnya pihak kepolisan melakukan tindakan pengamanan di sekitar Toserba Surya. Supaya tidak terjadi lagi kejadian serupa. “Bentuk pengamanannya, secara teknisnya diserahkan ke arapat kepolisian. Namun secara esensi masyarakat di Kabupaten Kuningan merasa aman, tidak takut karena tindakan kriminal yang menggunakan hipnotis,” ungkap Didin Syafarudin, salah seorang aktifis sosial.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: