Usai Pesta “Dekstro” Siswa SMP Negeri 1 Pasawahan Meninggal

15 Jun

Reza Kristian (14) siswa SMP Negeri 1 Kecamatan Pasawahan, meregang nyawa akibat overdosis (OD) obat dekstro. Sedangkan kawan satu sekolahnya, DN (13) dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis. Sedangkan yang lainnya, IN (14), OS (14), masih satu sekolah serta AR (18), JL (17), merupakan siswa SMK swasta favorit di Kecamatan Mandirancan.

Selain anak sekolah, juga pemuda pengangguran yakni NI (21) dan NA (21), warga Desa Paniis yang ikut pesta dekstro namun kondisinya selamat. Berdasarkan informasi yang diperoleh, peristiwa itu berawal saat korban bersama tujuh rekan lainnya berkumpul dan merayakan kebebasan pascaujian sekolah. Semula mereka hanya jalan-jalan di sekitar Paniis.

Entah siapa yang memberikan gagasan untuk membeli obat dektro (salah satu jenis obat batuk). Secara sepakat, akhirnya mereka patungan dan membel obat tersebut di sala satu apotik di kawasan Beber Kabupaten Cirebon. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 08.00, terlebih dahulu makan bersama di pinggir proyek galian Desa Paniis. Setelah itu mereka pun pergi secara rombongan.

Tujuannya ke kebun tebu milik PT Gegerhalang di Desa Cibuntu Kecamatan Mandirancan. Di lokasi itulah, pesta obat-obatan dimulai. Korban ternyata lebih agresif dan langsung menelan obat dekstro hingga 28 butir. Entah sudah biasa atau tidak, korban menelan obat dalam jumlah banyak. Namun kejadian berikutnya cukup mengagetkan teman-temannya.

Soalnya, sekitar pukul 15.00 korban sempat pingsan. Mereka pun ketakutan dan menghentikan mengonsumsi dekstro. Ditambah DN mengalami gejala serupa. Keadaan korban semakin parah. Melihat kondisi Reza semakin mengkhawatirkan, dibawalah ia oleh teman-temannya dokter. Namun dokter pun tidak sanggup, langsung merujuknya ke RSUD 45.

Namun kondisinya semakin parah korban sebelum sampai ke RSUD menghembuskan nafas terakhirnya. Sedangkan ketujuh teman korban mampu diselamatkan. Kapolres Kuningan, AKBP Nurullah melalui AKP Sukirman membenarkan kejadian itu. Bahkan, pihaknya sudah memanggil dan meminta keterangan tujuh teman korban di TKP bersama korban.

“Semuanya sudah ditangani. Beruntung tujuh teman korban lainnya selamat. Itu peringatan. Tidak boleh terjadi lagi,” ujar Sukirman.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: