Tim Sukses Bupati Diserahi Jabatan Eselon II

9 Jun

Mutasi terbatas dilakukan Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda terhadap “kabinetnya”, Selasa (9/6). Asisten pembangunan (asda II) yang belum diisi sejak mutasi besar-besaran kini diduduki H Yayan Sofyan yang sebelumnya menjabat kepala dinas sosial dan tenaga kerja (Dinsosnaker). Sedangkan kepala Bapedda dihuni H Yosef Setiawan, semula memangku kepala inspektorat.

Sedangkan inspektoratnya, bupati menempatkan H Maman Suparman dari asisten tata praja (AsdaI) dan kursi lamanya diserahkan ke Bambang Timbul Margono. Sementara, jatah kursi kepala dinas perindustrian yang ditinggalkan diserahkan ke tim sukses bupati dalam pilkada lalu, Asep Taufik, sebelumnya Kabag Umum Setda. Begitu pun Dinsosnaker diamanahkan ke Rahmat Dian Yanuar dari Kabag Perlengkapan.

Jabatan Kabag Umumnya masih diserahkan ke tim sukses lainnya Trisman Supriatna dan Ahmad Sobandi. Sementara jabatan yang kosong dan diangkat dari jalur karier yakni Kabid Catatan Sipil Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Salamet. Begitu pun seksi yang ditinggalkannya pelayanan dokumen kependudukan pada bidang administrasi kependudukan oleh Imat Masriadi.

Diangkatnya Dian Rahmat Yanuar dan Asep Taupik menduduki eselon II tidak terlalu mengejutkan. Soalnya, keduanya sudah diplot sejak awal hanya secara administratif belum memenuhi syarat, misalnya spamen. Namun setelah ditempuh tiga bulan lalu, tinggal menunggu waktu. Sekalian menunggu pejabat lama pensiun seperti H Kuswandy AM, Asda II dan Mulyana Nurhakim, Bapedda.

Sementara, rekan seangkatan spamen dan usianya lebih senior yakni Jatnika, sekarang menempati Kabag Hukum Setda dan H Zulkifli sekretaris dinas (Sekdin) Kependudukan dan Catatan Sipil, belum mendapatkan kepercayaan Bupati Kuningan. Seperti diungkapkan dalam pengantar mutasi. “Jabatan merupakan amanah, sehingga harus dilaksanakan sebaik-baiknya,” ucap bupati.

Beni Kostaman dari Forum Djuanda, mengomentari mutasi yang dilakukan Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda. Dirinya menganggap bahwa mutasi kali merupakan rangkaian mutasi-mutasi sebelumnya. Yang lebih spesifik yakni menempatkan orang-orang yang mendukungnya dalam Pilkada tahun lalu. Jadi sangat wajar.

“Jatah kali ini pun diberikan ke tim sukses. Padahal usia mereka masih di bawah rekan spamennya. Artinya, kendati jabatan itu didalihkan amanah, tapi kan harus dijelaskan amanah itu dari siapa? Sehingga daftar urutan kepegawaian (DUK) dalam birokrasi tidak digunakan setiap mutasi. Baik itu oleh badan pertimbangan jabatan (Baperjakat) atau badan kepegawaian daerah (BKD),” terangnya.

Lanjutnya, “mutasi kali merupakan preseden buruk ke depannya. Sebab aturan birokrasi secara kasat mata telah dilanggar oleh birokrasi itu sendiri. Sehingga ketika dilecehkan masyarakat, pejabat tidak perlu marah atau tersinggung. Sebab mereka telah memberikan contoh kurang baik. Saya sendiri tidak menampik adanya kreatifitas dalam birokrasi tapi aturannya harus ditegakan,” tegasnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: