Kembali Supir Angdes Lakukan Unjukrasa ke Dishub Kuningan

18 Mei

DISHUB KUNINGAN MENURUNKAN ARMADA BANTUAN UNTUK ANGKUT PENUMPANG

DISHUB KUNINGAN MENURUNKAN ARMADA BANTUAN UNTUK ANGKUT PENUMPANG

Pemungsian terminal tipe A Kertawangunan kian komplek persoalannya. Soalnya, supir angkutan kota (angkot) dan angkutan pedesaan (angdes) kerap memermasalahkan aturan mainnya. Begitu pun tukang ojeg, beberapa waktu lalu menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kab Kuningan. Sekarang, puluhan supir angkot melakukan aksi sama ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kuningan.

Mereka meminta agar Dishub memberlakukan aturan yang ada dengan memungsikan terminal sebagai mana mestinya. Bus, seharusnya menaikan dan menurunkan penumpang di terminal, bukan di tempat lain. Selama ini, bus tetap mengambil penumpang dari desa-desa, khususnya di wilayah timur Kuningan. Dampaknya angdes, sepi penumpang setiap harinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, supir angdes melakukan unjuk rasa dengan tidak menarik penumpang sejak pukul 06.00 wib. Akibatnya penumpang, dari wilayah timur. Baik pelajar maupun pedagang dan pegawai menjadi terkatung-katung dijalan. Khususnya pelajar berasal dari Kuningan sampai berita ini ditulis tidak bisa pulang dan menginap di rumah saudaranya.

Euis (17) yang mengaku pelajar salah satu SMU di Ciawigebang, tidak pulang ke desanya, di Desa Kaduagung Kec Sindangagung mengungkapkan. Dirinya tidak pulang ke rumahnya, lebih memilih menginap di rumah saudaranya. Sebab jika pulang, besoknya tidak bisa sekolah. “Kata teman-teman satu sekolah nyebutin, kalau aksi mogok angdes sampai minggu,” ucapnya.

Kekhawatiran itu mencuat di kalangan pelajar. Apalagi, saat sekarang mereka tengah melakukan pemantapan dan menghadapi ujian akhir semester. Sehingga kegiatan mogok kendaraan, membuat mereka tidak bisa konsentrasi ke pelajaran. Kondisi ini membuat persoalan terminal semakin rumit. Dishub, tidak tegas dalam bertindak, sementara organisasi angkutan darat (organda) “menyuapi” diri sendiri.

Radi (28) yang mengaku supir colt (angdes) jurusan ke Ciawigebang menyebutkan. Pihaknya hanya meminta, kepada Dishub agar menertibkan supir bus yang kerap membawa penumpang dari desa-desa. “Kami menyesalkan sikap pengelola bus dalam hal ini organda yang hanya mementingkan sepihak. Yakni awak bus saja, sementara angkutan lain tidak diperhatian,” ucapnya.

Seharusnya, kata Radi, organda yang beberapa waktu lalu dibentuk dapat membantu kelancaran di terminal. Selama ini ada kesan organda yang dipimpinan Pak Ade Kusmapradja, hanya mementingkan dirinya sendiri. Kebetulan ia seorang pengusaha bus Luragung Jaya. Padahal organda itu mengurusi jasa angkutan seluruhnya yang ada di Kab Kuningan,” ujarnya sengit.

“Jika tuntutan kami tidak dikabulkan, kami akan mogok sampai hari minggu,” ucapnya setengah mengancam.

Kepala Dishub Kuningan, Sadil Damini ketika diminta komentarnya mengungkapkan. Pihaknya tengah melakukan kajian terhadap pengaturan lalu lintas di Kab Kuningan. Terutama mengenai kebijakan di teriman tipe A Kertawangunan. Sebab untuk membuat keputusan harus memeroleh masukan dari pelbagai pihak supaya hasilnya dapat dirasakan semua pihak pula.

“Kita akan mengakomodir kepentingan para bapak-bapak pengguna dan pengelola jasa angkutan. Namun setiap kepentingan itu, memang harus dibuatkan formulanya. Sebab jika kita saklek dengan aturan perundang-undangan semuanya akan beres dan konsekuensinya ditanggung bersama. Tapi kita tidak begitu, perlu disikapi secara arif dan bijaksana,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: