Persitara Gasak Persebaya di Kuningan

13 Mei

PERSITARA Vs PERSEBAYA DI STADION MASHUD WISNUSAPUTRA KABUPATEN KU

PERSITARA Vs PERSEBAYA DI STADION MASHUD WISNUSAPUTRA KABUPATEN KU

Kabupaten Kuningan mendapat kehormatan menjadi base camp Persitara Jakarta Utara untuk melakoni sisa pertandingan copa dji sam soe. Atau putaran delapan besar. Soalnya, PSSI menilai lapangan Jakarta Utara kurang memadai. Sehingga terpaksa Persitara harus mencari tempat lain yang dianggap refresentatif. Kebetulan lapangan Mashud Wisnusaputra dinilai layak untuk penyelenggaraan copa.

Persitara bertindak sebagai tuan rumah menjamu Persebaya Surabaya. Masyarakat Kuningan pun antusias menyaksikan pertandingan kompetisi yang tidak biasa digelar. Kendari kecewa, karena dua tim tidak menyuguhkan pertandingan berkualitas. Malahan memerlihatkan teknik bermain dan mental bertanding Buruk, Rabu, (13/5). Untungnya juru pengadil Jajat Sudrajat bertindaktegas.

Hal itu dilihat dari kartu kuning yang dikeluarkan sebanyak tiga buah dan dua kartu merah masing-masing pemain Persebaya maupun Peristara. Yaitu Reggi Radtyio dari Persitara dan Jairon Feliciano Persebaya. Dikarenakan keduanya terlibat perkelahian dibabak kedua. Sedangkan pertandingan berjalan keras dan dalam tempo sedang sehingga penonton kecewa.

Pada pertandingan itu, Persitara berhasil meraup poin dengan menyungkurkan Persebaya 4-1. atas hasil tersebut, Persebaya pada leg ke dua di Surabaya harus mengalahkan Persitara minimal empat kosong. Sedangkan Persitara cukup dengan bermain seri untuk mengamankan jalannya menuju babak semi final. Kondisi ini membuat pasukan arek-arek Surboyo menjadi berat.

Bermain hati-hati

Pada babak pertama, Persebaya yang mendapat dukungan penuh dari ratusan bondo nekat (bonek) berhasil unggul terlebih dahulu di menit 19 melalui aksi Mourad Fariz. Mendapatkan angin segar, Persebaya terus melancarkan serangan. Namun dapat dipatahkan barisan Persitara. Soalnya, pola serangan Persebaya tidak dilakukan secara matang dan skema pertandingan.

Kendati mendominasi namun, peluang yang diciptakan sangat minim. Sementara Persitara bermain terlalu hati-hati. Sehingga alur serangan yang dibangun kerap patah di lini tengah Persebaya. Sampai babak akhir, gol semata wayang tidak bertambah. Memasuki babak kedua, pasukan Persitara mengubah skema pertandingannya lebih berani menyerang.

Hasilnya cukup menggembirakan dalam tempi lima menit, Persitara membobol gawang Endra Prasetya dengan empat gol. Diantaranya dilesakan kakiĀ  Rahmat M. Rivai menit 50 dan 82. Keunggulan pun bertambah, ketika Prince Kabir Bello menjebol gawang Endra Prastya menit 63 dan 72.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: