PPK Terima Dana dari Caleg Ratusan Juta Rupiah

8 Mei

Paska pemilihan umum legislatif (Pileg) suara-suara sumbang terus bermunculan. Kali ini, ke luar dari calon legislatif (Caleg) dari partai gerakan Indonesia raya (Gerindra) yang mengukapkan kebobrokan panitia pemilu tingkat kecamatan (PPK). Mereka selain jadi penyelenggara, juga turut “bermain” dengan modus mendagangkan program peraihan suara.

Hal itu ditengarai dengan adanya transaksi antara caleg pusat dengan PPK bernisial IS, ketua paguyuban PPK se Kab Kuningan. IS, melakukan pertemuan dengan caleg pusat di Jakarta. Pertemuan itu dibawa oleh salah seorang caleg Kabupaten Kuningan berinisial OST. Terungkap dalam pertemuan itu, IS menjanjikan akan membantu dengan dukungan suara tiap TPS 20 suara.

Seperti diungkapkan Ondin Sutarman, mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Kuningan. Kata ia, berdasarkan hasil investigasi dirinya ditengarai ketua paguyuban PPK se Kabupaten Kuningan melakukan jual beli program untuk peraihan suara salah satu caleg pusat dari partai Gerindra. Hal itu tidak menutup kemungkinan dilakukan terhadap tiap partai.

“IS menerima uang sebesar Rp115 juta termin pertama. Sedangkan termin ke dua diserahkan Rp37 juta, namun termin kedua yang menerima SR dan TA. Uang itu akan dibagikan ke panitia tempat pemungutan suara (TPS) dengan imbalan 20 suara untuk caleg dimaksud. Namun kenyataannya, perolehan suara caleg itu jeblog sehingga diduga uangnya dimakan bertiga,” ungkapnya.

Pada awalnya, Ondin menuturkan sepengetahuannya. Caleg daerah ingin membantu caleg pusat. Maka dipertemukan lah IS dengan caleg bersangkutan di Jakarta. IS memaparkan bahwa dia dapat membantu dengan mengondisikan suara di setiap TPS sebanyak 20 suara. Jika dihitung 20 suara dikalikan jumlah TPS yang kurang lebih 2.000 berarti caleg akan mengantongi 40.000 suara.

Setelah dipaparkan, terjadilah kesepakatan diantara keduanya. Maka diserahkan uang sebesar Rp115 juta kepada IS. Namun kenyataan setelah Pileg, caleg itu hanya meraup suara kurang lebih 3.000. Lebih menjengkelkan, kata Ondin, IS tidak melaporkan hasil perolehan suaranya. “PPK selama ini mungkin saja bermain dengan partai lain untuk memeroleh keuntungan pribadi,” ucapnya.

Sambungnya, “Kebobrokan mental dan moral PPK dalam Pileg kali ini sudah sangat kelewatan. Sehingga pesta demokrasi rakyat diciderai oleh petugas pelaksana. Melalui jual beli program, ujung-ujungnya hanya meraup keuntungan pribadi. Jelas hal itu merupakan cara-cara kotor yang patut dihilangkan. Apalagi menjelang pemilihan presiden (Pilpres),” ujarnya sengit.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: