Disarankan Ternak Babi yang Sekarang Dimusnahkan

6 Mei

Terkait merebaknya flu babi, masyarakat sekitar peternakan babi di Kel/Kec Cigugur ikut khawatir. Soalnya, dampaknya dapat menewaskan manusia jika terjangkit virus H1N1. Apalagi lokasi ternaknya tidak jauh dari rumah penduduk, seperti di Dusun Cigeureung dan Cipager jaraknya tidak kurang dari 100 meter. Begitu pun di Dusun Mayasih  hampir berdekatan dengan sekolah.

Mungkin yang agak jauh jaraknya hanya di Dusun Lumbu. Dekatnya jarak peternakan dan rumah penduduk, dikhawatirkan suatu saat babi yang terkena flu dapat menular ke warga. Sehingga mereka meminta Dinas Pertanian dan Peternakan Kab Kuningan agar melakukan upaya antisifatif. Selain melakukan penyemprotan kandang tapi yang dianggap lebih baik dimusnahkan.

Nana (34) salah seorang warga Dusun Mayasih Kel/Kec Cigugur, mengungkapkan. Kekhawatiran warga dengan adanya peternakan babi, sebetulanya tidak hanya sekarang saja. Namun sejak merebaknya flu burung tapi para peternak seolah-olah tidak mengindahkan keinginan masyarakat. Tetap saja melaksanakannya kendati jaraknya berdekatan dengan rumah warga.

“Peternak babi di Cigugur, bukan orang asli sini tapi pemiliknya berada di luar kecamatan. Orang sini kan hanya buruh saja, sementara keuntungan tetap orang luar. Sementara kerugian yang diderita warga sekitar. Seperti kotoran babi yang menimbulkan bau kurang sedang. Juga dikhawatirkan meresap ke dalam tanah dan bersatu dengan sumur warga,” ucapnya.

Diakui Nana, memang belum ada penelitian serius mengenai dampak dari kotoran babi yang meresap ke sumur warga. Namun hal itu akan berdampak terhadap derajat kesehatan masyarakat. Apalagi kotoran itu mengandung virus H1N1 yang sampai saat ini belum ada obat penawarnya. Jika ada warga yang terjangkit, tentunya pihak peternak pun tidak akan bertanggungjawab.

Nana mengharapkan, Dinas Pertanian dan Peternakan mengambil sikap tegas terhadap ternak babi di Kec Cigugur. Supaya masyarakat tidak merasa khawatir, untuk sementara babi periode sekarang dimusnahkan terlebih dahulu. Jika isyu flu babi sudah mereda dan diketemukan penawarnya peternak diijinkan lagi melangsungkan usahanya. “Ini hanya usulan untuk jaga-jaga,” ungkapnya.

Seharusnya, kata Nana, diputuskan mata rantainya terlebih dahulu agar wabah flu babi dapat diantisifasi sejak dini. “Jangan menunggu terlebih dahulu merenggut korban jiwa dan menunggu babi yang ada dipeternakan terkena virus. Penyemprotan disinfektan, masih meragukan hasilnya. Apakah dapat mencegah atau hanya penanggulangan sementara.

Nana pun mengeluhkan, bahwa Dinas Pertanian dan Peternakan hanya fokus ke permasalahan pokok yakni babinya saja. Namun tidak memerhatikan sosial masyarakatnya. Secara umum, memang agama di wilayah ini (Cigugur-red) non muslim, tapi yang muslim pun cukup banyak. Hal itu harus menjadi perhatian serius dari pelbagai pihak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: