Kebijakan Menurunkan Penumpang di Terminal Kertawanungan Sengsarakan Masyarakat

5 Mei

PENGOJEG MENYAMPAIKAN ASPIRASI KE KANTOR DPRD KUNINGAN

PENGOJEG MENYAMPAIKAN ASPIRASI KE KANTOR DPRD KUNINGAN

Puluhan perwakilan tukang ojeg di wilayah Kec Ciawigebang mengadukan nasibnya ke DPRD Kab Kuningan. Terkait penerapan kebijakan menurunkan penumpang yang dibawa kendaraan bus di terminal tipe A Kertawangunan oleh Dinas Perhubungan (Dishub). Kebijakan itu dianggap merugikan pengojeg di wilayah itu dan mereka meminta untuk meninjau ulang.

Atas kebijakan itu, penghasilan mereka pun menurun. Selain itu, warga pun keberatan diturunkan di terminal khususnya malam hari. Sebab ongkos yang ditanggung penumpang membengkak. Sehingga dianggap bukan penghematan disaat perekonomian sedang lesu, justru sebaliknya. Sehingga mereka pun menganggap kebijakan itu merugikan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun. Sejak diberlakukannya kebijakan menaikan dan menurunkan penumpang di terminal tipe A Kertawangunan beberapa waktu lalu. Berdampak terhadap sektor lain di beberapa wilayah Kuningan timur. Khusunya masyarakat di Kec Ciawigebang, Cidahu, Luragung, Ciwaru, Karangkancana, Cibeureum, Cimahi dan Cibingbin keberatan.

Sebelumnya, penumpang berasal dari wilayah Kuningan timur diturunkan di daerahnya masing-masing, khususnya malam hari. Sehingga ongkos pun tidak terlalu mahal dan resiko waktu pun tidak terlalu lama menunggu. Namun belakangan, penumpang kadang terlantar di terminal dan harus menunggu berjam-jam memeroleh angkutan yang mampu mengantarkan mereka ke tempat tujuan.

Begitu pun tukang ojeg yang biasa mangkal di sub terminal memeroleh penumpang dengan mudah. Belakangan sangat sulit, dampaknya penghasilan menurun drastis padahal mereka hanga mengandalkan pendapatannya dari bidang itu. Begitu pun dengan sektor lain, seperti pedagang oleh-oleh atau buah tangan dan warung nasi di sekitar sub terminal pun turut sepi.

Ketika dikonfirmasikan ke Kepala Dishub, Sadil Damini usai mendampingi Ketua DPRD H Yudi Budyana saat penyampaian aspirasi menyebutkan. “Apirasi ke DPRD dari para pengojeg di sub terminal wilayah Kec Ciawigebang karena ada kesalahpahaman mengenai aturan yang ditetapkan Dishub. Atas kesalahpahaman itu kita akan mengkaji persoalannya,” ungkapnya.

Ia pun menuturkan, bahwa persoalan itu mencuat karena bus yang biasa menurunkan penumpang di sub terimnal Kec Ciawigebang harus diturunkan di terminal. Sehingga mereka merasa peluang untuk memeroleh rejeki tersendat. “Nah persoalan kita pertimbangkan mana yang lebih kecil resikonya. Setelah dikaji baru kita putuskan,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua DPRD. Kata ia, aspirasi yang disampaikan tukang ojeg ke dewan karena penghapusan pungsi sub terminal Kec Ciawigebang. Karena seluruh penumpang bus diturunkan di terminal tipe A Kertawangunan. Dampaknya, pengojeg di wilayah itu dan sekitarnya mati. Sebab penumpang dari terimal langsung diantarkan ke tempat tujuan oleh jasa angkutan lain.

“Mereka meminta, khususnya mulai pukul 18.00 sampai 06.00 pagi penumpang tujuan Ciawigebang dan sekitarnya diturunkan di sub terminal Kec Ciawigebang. Malam hari terminal hanya jadi perlintasan saja, namun pagi harinya berlaku sesuai dengan ketentuan. Atas aspirasi itu, kita (DPRD-red) bersama Dishub akan melakukan kajian untuk membuat kebijakannya,” terangnya.

H Yudi pun menceritakan aspirasi yang masuk ke dirinya. Bahwa selama pemungsian terminal tipe A Kertawangunan, banyak masyarakat Ciawigebang mengeluh. Soalnya beberapa sektor ekonomi menjadi lumpuh. Ia pun memberikan contoh, pedagang oleh-oleh dan warung nasi mendadak sepi pembeli. Begitu pun dengan tukang ojeg. Memang diakui, payung hukumnya belum ada.

“Ada kejadian, salah seorang warga Desa Ciomas Kec Ciawigebang yang pulang dari Jakarta dan diturunkan di Terminal padahal malam hari. Ia menunggu angkutan berjam-jam dan sekalinya ada harus mengeluarkan ongkos Rp100 ribu. Padahal jarak antara terminal ke Ciomas paling juga lima kilometer. Ini kan memberatkan masyarakat, bukan meringkankan,” ucapnya sambil tidak menyebutkan nama orang dimaksud.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: