Kuningan Masih Bebas Flu Babi

29 Apr

PETERNAKAN BABI DI KUNINGAN SEMENTARA TERBEBAS PENYAKIT FLU BABI

PETERNAKAN BABI DI KUNINGAN SEMENTARA TERBEBAS PENYAKIT FLU BABI

Sebanyak 200 peternak babi di Kel/Kec Cigugur dengan populasi ternaknya mencapai 6.000 ekor mendapatkan perhatian Dinas Pertanian (Distan) Kab Kuningan. Terkait adanya wabah flu babi yang menghebohkan masyarakat Indonesia. Perhatian itu merupakan antisifasi penyebarannya ke masyarakat setempat. Sebab termasuk daerah perlintasan perdagangan ternak babi.

Keduaratus peternak itu, tersebar di beberapa dusun diantaranya Cipager, Lumbu, Mayasih dan Cigeureung Kel Cigugur dan Dusun/Desa Cisantana masih satu kecamatan. Guna memastikan jumlahnya pihak Distan tengah melakukan pendataan ulang terhadap peternak maupun populasinya. Upaya lainnya, memersiapkan penyemprotan disinfektan terhadap kandang.

Hal itu diungkapkan Lia Priliawati, kepala seksi (Kasi) Produksi Bidang Peternakan Distan yang didampingi drh. Sri Purwaningsih. Kata Lia, “pihaknya tengah melakukan pendataan ulang terhadap peternak maupun populasinya. Sebab ternak babi tidak dianjurkan dilaksanakan di Kab Kuningan. Kita pun tidak mengeluarkan ijin peternakan,” terangnya.

Lanjutnya, “kita sulit menerapkan perijinannya, hanya karena animo masyarakat saja adanya peternakan babi. Sebab wilayah itu sebagian besar warganya menganut nasrani. Sehingga hal itu merupakan hak mereka. Meski pun demikian, bukan berarti Distan lepas tangan, tetap saja melakukan pemantauan setiap tahunnya. Untuk pengawasan dan pembinaan diserahkan ke pos kesehatan hewan (Poskeswan),” ucapnya.

Sepengetahuan Lia, ternak babi dari Cigugur dijual ke kota-kota besar. Seperti Jakarta, Tangerang, dan Bandung. Tidak diperjualbelikan di tingkat lokal. Begitu pun konsumen lokal masih dianggap minim dan jarang mengonsumsi daging babi. Para peternak pun berorientasi ke pasar di luar Kuningan. Kendati demikian, bisa saja daerah itu merupakan perlintasan perdagangan ternak babi.

“Meski pun ada peternakan babi dan kaitannya dengan flu babi untuk sementara belum ditemukan gejala penyakit itu. Meski pun belum ada gejala, Distan berusaha melakukan pencegahan dengan pembinaan terhadap peternak. Juga telah menyiapkan penyemprotan disinfektan ke kandang. Jadi di Kab Kuningan masih dianggap bebas dari flu babi,” ungkapnya.

Ditambahkan drh. Sri Purwaningsih, Poskeswan menerapkan aturan ketat terhadap ke luar masuknya ternak hewan, khususnya babi ke Kab Kuningan. “Untuk penjualan ternak, termasuk babi, kita mengeluarkan surat keterangan ternak dalam kondisi sehat. Tidak terjangkit suatu penyakit. Konsumen pun tidak akan menerima ternak jika tidak ada surat keterangan,” ungkapnya.

Sambungnya, “sampai saat ini belum ada ternak, khususnya babi yang diperiksa di Poskeswan dinyatakan tertular penyakit flu babi. Untuk sementara masih dinyatakan aman. Apalagi penyebarannya dapat dikontrol, karena tidak sama dengan flu burung. Babi kan tidak bisa terbang, dan perpindahannya memerlukan alat bantu. Seperti kendaraan atau manusianya,” pungkasnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: