Perolehan Suara Jeblok Caleg Pingsan Saat Pleno

21 Apr

Saat rapat pleno terbuka untuk umum yang diselenggarakan komisi pemilihan umum (KPU) Kab Kuningan di gelanggang olahraga (GOR) Dipati Ewangga, mendadak gempar. Soalnya salah seorang calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) 3 Kab Kuningan dari Partai Gerindra mendadak jatuh pingsan. Hal itu disebabkan perolehan suaranya jeblok.

Kontan saja, kejadian itu mengundang perhatian publik yang hadir dalam rapat pleno yang menyesaki GOR. Sebab penghitungan itu merupakan batas akhir pleno terbuka yang nantinya ditetapkan Mei mendatang. Setelah penetapan perolehan suara partai dan caleg di tingkat pusat oleh KPU. Apalagi penghitungan keseluruhan secara manual itu baru selesai subuh.

Berdasarkan informasi yang dihimpun. Kejadian itu, bermula caleg berinisal Ad bersama tim suksesnya melakukan komplain terhadap perolehan suara yang diperolehnya tidak sesuai data yang dimilikinya. KPU Kuningan berusaha menjelaskan bahwa jumlah suara yang diplenokan berasal dari panitia pemilihan umum kecamatan (PPK) di kecamatan dapil 3.

Ad, tetap ngotot kendati sudah dijelaskan. Akhirnya KPU pun mengalah dengan membuka kotak suara dari PPK di dapil 3 yang dikomplainnya. Penghitungan pun diulang lagi secara teliti dan disaksikan Ad maupun tim sukses. Setelah dihitung perolehan suara Ad memang tidak sesuai dengan data yang dimilikinya. Ketika penghitungan usai, Ad pun jatuh tersungkur, pingsan.

Anggota KPU, saksi dan pengunjung langsung kaget. Sebelumnya diduga ada yang mendorong. Namun setelah diperiksa ternyata Ad pingsan. Kontan saat itu pun ia dibawa ke rumah sakit untuk diberi pertolongan. Tidak diketahui apakah Ad memiliki penyakit atau tidak. Namun dugaan sementara, ia pingsan karena shok atas perolehan suaranya tidak sesuai laporan tim suksesnya.

Ketika hal itu dikonfirmasikan ke pimpinan sekretariat KPU Kuningan, D Dawuddin. Ia membenarkan atas kejadian tersebut. “Caleg berinisal Ad dari salah satu partai jatuh pingsan setelah pencocokan penghitungan sesuai hasil perolahan dari PPK dengan catatan yang dimilikinya. Sebab dia menganggap ada penghilangan suara untuk dirinya dan menuduh KPU curang,” ungkapnya.

Namun setelah dicocokan, kata Dawuddin, ternyata data yang dimilikinya tidak valid. Karena kita membongkar lagi kotak suara dan melakukan penghitungan ulang. “Kita melakukan hal itu supaya yang melakukan komplain dapat membuktikannya secara langsung. Apakah benar data yang diperoleh dari tim suksesnya atau data di KPU justru lebih sahih,” ucapnya.

Lanjutnya, “ternyata data yang dimiliki oleh kita lebih sahih. Jadi tidak benar bahwa pelaksana Pileg mulai dari KPPS, PPK sampai KPU melakukan kecurangan. Mengenai pingsannya salah satu caleg, tidak usah dibesar-besarkan sebab itu kan kejadian kecil dari sekian peristiwa dalam Pileg. Pileg di sini (Kuningan-red) berjalan aman, tertib dan kondusif,” tuturnya.

Kendati demikian, Dawuddin berpesan, supaya caleg tidak terlalu percaya terhadap laporan tim sukses. Soalnya, bisa saja tim sukses ingin terlihat baik di mata caleg dan bekerja sungguh-sungguh untuk meraup suara. Memberikan laporan asal caleg senang (ACS) dengan menyarahkan data fiktif. “Jika sudah demikian, yang rugi caleg itu sendiri,” tegasnya.***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: