Ratusan Babi Hutan Diburu karena Merusak Tanaman

3 Apr

Sebanyak seratus lebih babi hutan di wilayah Kec Ciniru dan Hantara yang biasa merusak tanaman warga setempat berhasil ditangkap. Namun belum menjamin areal pertanian mereka terbebas dari hama tersebut. Soalnya, jumlah babi hutan di wilayah itu terbilang banyak dan belum berhasil diburu. Cara seperti itu, hanya menghentikan perusakan tanaman sementara.

Sebab setiap tahun, babi hutan terus beranak pinak dan tidak terdata jumlahnya. Sehingga berburu babi hutan menjadi tradisi tahunan, saat akhir musim penghujan dan menjelang kemarau. Biasanya, saat musim penghujan babi hutan memiliki keberanian memasuki perkampungan warga pada tengah malam. Hewan perusak itu, mencari makanan yang mungkin tidak tersedia di hutan.

Yaya Cahyadi, Kepala Desa Cijemit Kec Hantara, menyebutkan. Sepekan terakhir, warga desanya dan warga lain se wilayah Kec Ciniru dan Hantara melakukan perburuan babi hutan. Sebab keberadaannya cukup mengganggu lahan pertanian. Tidak sedikit tanaman palawija seperti boled (ubi jalar-red) dan singkong tidak bisa dipanen.

“Masyarakat petani banyak mengeluh karena tidak bisa memanen hasil palawijanya. Dikarenakan dijarah babi hutan yang setiap malam masuk ke kebun atau sawah menghancurkan tanaman. Sehingga para petani menderita kerugian. Salah satu cara yang dianggap ampuh dengan cara memburu babi hutan di siang hari bahkan sampai malam ke hutan,” ungkapnya.

Warga secara gotong royong, kata Yaya, membuat jebakan tradisional di sarangnya dan ditunggui sampai babi itu ke luar. Bisa satu atau dua malam. Sedangkan alat yang digunakan cukup sederhana yakni sebatang pohon bambu dan tambang platik yang sudah dianyam seperti jaring. Hal itu bisa dilakukan apabila sudah diketahui sarangnya dan ada babi hutannya atau tidak.

Selain membuat perangkap, sambung Yaya, warga menggunakan cara-cara sederhana. Seperti menggunakan bedog, sabit, pentungan atau benda tajam lainnya. Perburuan menggunakan model itu langsung ke hutan secara beramai-ramai. Biasanya warga pun menggunakan mulut dengan cara berteriak-teriak atau berbicara dengan suara lantang. Tujuannya supaya babi hutan ke luar dari sarangnya.

Jika sudah ke luar, dikejar-kejar sampai dapat. “Setiap hari warga beburu, tapi tidak seluruhnya dilaksanakan secara bergiliran. Seumpamanya hari ini ada tiga puluh orang, sisanya besoknya lagi. Pembagian seperti itu tujuannya supaya tidak mengganggu aktifitas warga sehari-harinya. Meski pun hasilnya masih kurang memuaskan ya setidak-tidaknya mengurangi serangannya,” ungkapnya.

Lanjutnya, “dalam sepekan terakhir warga memeroleh hampir seratus babi hutan. Sementara jumlahnya di hutan masih cukup banyak. Babi hutan hasil buruan, dijual ke penampung dengan harga bervariasi tergantung besar kecilnya babi hutan juga di pasarnya lagi banyak atau tidak. Satu babi hutan dewasa dapat dihargai antara Rp200.000-400.000,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Ir Deni Trikomandani ME, salah seorang pemerhati pertanian di Kab Kuningan. Kata ia, ada beberapa faktor penyebab babi hutan menjarah ke areal pertanian. Diantaranya, di hutan sudah tidak menyediakan lagi makanan untuk keberlangsungan kehidupannya. Terjadinya ektensifikasi lahan, sehingga habitatnya mulai tergeser atau menyempit.

“Sebaiknya, babi hutan itu tidak diburu tapi diberikan lahan supaya kehidupannya terpantau. Baik populasinya maupun perkembangannya. Sebab hewan itu merupakan bagian dari siklus kehidupan yang tidak terlepas dari habitatnya. Lebih baik ada wilayah penangkaran khusus babi hutan. Cara itu akan memberikan dua keuntungan bagi masyarakat yakni pupuk organik juga sebagai objek wisata,” paparnya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: