Arsip | April, 2009

Pemkab Rencanakan Bangun Jalan Tembus Kedungarum – Terminal Kertawangunan

30 Apr

BUPATI KUNINGAN, H. AANG HAMID SUGANDA TINJAU JALAN KEDUNGARUM-TERMINAL TIPE A KERTAWANGUNAN

BUPATI KUNINGAN, H. AANG HAMID SUGANDA TINJAU JALAN KEDUNGARUM-TERMINAL TIPE A KERTAWANGUNAN

– Hanya Untungkan Salah Seorang Pengusaha –

Kendati anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Kuningan minim. Namun Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda berniat membangun jalan tembus (alternatif) Desa Kedungarum Kecamatan Kuningan ke Terminal Tipe A Kertawangunan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Berkelana (Bagian 1)

29 Apr

MENUNGGU KERETA JURUSAN JAKARTA DI STASIUN CIREBON

MENUNGGU KERETA JURUSAN JAKARTA DI STASIUN CIREBON

Perasaan mumet kerap menyerang setiap orang dan tidak terkecuali. Untuk menghilangkan perasaan itu setiap orang berbeda-beda cara yang dilakukan. Ada yang memancing, belanja ke mall, nongkrong atau kongkow-kongkow dengan kawan. Tidak sedikit pergi ke tempat wisata baik di daerah, kota-kota besar maupun ke luar negeri tentu bagi orang bermateri.

Sementara “warta desa” menghilangkan perasaan itu berjalan-jalan dengan cara naik kereta. Dari Kuningan, menggunakan elf ke stasiun Cirebon. Nah ketika sampai di sana, kereta baru saja pergi. Akhirnya harus menunggu dari pukul 9.00-12.00 wib. Cukup melelahkan. Supaya tidak jenuh menunggu, akhirnya menghitung berapa kereta lewat dari arah Jakarta maupun Jawa.

NAIK KERETA JURUSAN JAKARTA, IKUT MEJENG

NAIK KERETA JURUSAN JAKARTA, IKUT MEJENG

Tidak lupa segelas kopi dan minuman si kecil atau biasa disebut softdrink. Nah si kecil ini sengaja diajak jalan-jalan, dalam bahasa kerennya “mencoba mengenalkan penderitaan”. O, ya kenalkan si kecil ini namanya Lintang atau biasa disapa “adik” usianya masih tiga tahun. Namun sudah sering ke tempat wisata seperti Borobudur Jogja, Guci Tegal, Bandung dan Jakarta.

LETIH, MENGANTUK, PENGEN BOBO TAPI KASUR TIDAK ADA

LETIH, MENGANTUK, PENGEN BOBO TAPI KASUR TIDAK ADA

MELELAHKAN, TIDUR DULU AH BIAR SEGER SAMPAI JAKARTA

MELELAHKAN, TIDUR DULU AH BIAR SEGER SAMPAI JAKARTA

Entah seusia dia masih ingat tempat-tempatnya atau tidak. Yang jelas, mudah-mudahan besar nanti akan ingat bahwa dirinya sering berkelana. Kembali lagi ke cerita awal, di stasiun, kereta jurusan Jawa sudah ada enam kali yang masuk. Sedangkan dari Jawa belum ada. Tapi tidak disebutkan nama-namanya, takut dibilang promosi nanti pihak PJKA tersinggung.

Suhu di Cirebon lebih panas dibandingkan di Kuningan yang rata-rata bersuhu dingin. Keringat terus membanjiri tubuh, hal itu jarang didapatkan di daerah sendiri. Meski kaos yang digunakan sudah habis digunakan mengelap keringat, kereta belum juga tiba (maaf seperti sebuah lagu). Di speaker, tiba-tiba menyebutkan kereta dari Jawa akan masuk sekitar pukul 11.45 wib. Adik pun kembali tertawa setelah mengeluh kereta tidak segera tiba.

SAMPAI JUGA DI SENEN, MEJENG DULU AH DI PATUNG PRAMUKA

SAMPAI JUGA DI SENEN, MEJENG DULU AH DI PATUNG PRAMUKA

Pas jam 12.00 wib, kereta datang. Adik pun bersorak dan segera naik. Tapi ya ampun …. tempat duduk tidak ada yang kosong. Mencari-cari kursi kosong di tujuh gerbong bukan pekerjaan mudah. Apalagi harus berdesakan dengan penumpang yang hilir mudik, dan pedagang berseliweran. Tepat di gerbong ke enam, ada tempat kosong namun seorang bapak yang terlebih dahulu mendudukinya tidak memberikan tempat. Adik pun menggerutu dan hampir menangis, akhirnya diam lah di bordes.

Setelah pemeriksaan karcis, adik pun bisa duduk di samping bapak tadi atas permintaan petugas PJKA (baik kan dia). Setelah duduk nyaman, ia pun berbisik, “lapar”. O iya lupa, jalan-jalan niatnya ke Jakarta dilangsungkan ke Bandung dan pulang lagi ke Kuningan. Lamanya diperkirakan empat hari. Meski tidak ada yang dituju tapi siapa tahu ada temen-temen juga keluarga yang tersisa masih ada.

Tapi memang tidak merencanakan untuk bertemua keluarga atau teman. Ini murni jalan-jalan tanpa tujuan pasti. Sesampainya di stasiun Senen, sekitar pukul 16.15. Adik pun melihat-lihat gedung menjulang sebagai identitas kota metropolitan sekaligus keangkuhan ibu kota negara Indonesia. Dari Senen jalan berkeliling-keliling ke lapangan banteng dan sampai ke Monas. Kebetulan tiketnya tidak sampai ke stasiun gambir jadi ya terpaksa turun di Senen.(bersambung)

Kuningan Masih Bebas Flu Babi

29 Apr

PETERNAKAN BABI DI KUNINGAN SEMENTARA TERBEBAS PENYAKIT FLU BABI

PETERNAKAN BABI DI KUNINGAN SEMENTARA TERBEBAS PENYAKIT FLU BABI

Sebanyak 200 peternak babi di Kel/Kec Cigugur dengan populasi ternaknya mencapai 6.000 ekor mendapatkan perhatian Dinas Pertanian (Distan) Kab Kuningan. Terkait adanya wabah flu babi yang menghebohkan masyarakat Indonesia. Perhatian itu merupakan antisifasi penyebarannya ke masyarakat setempat. Sebab termasuk daerah perlintasan perdagangan ternak babi.

Baca lebih lanjut

Hasil Pileg 2009 di Kuningan

28 Apr

Hasil perolehan suara dalam pemilihan umum legislatif di Kabupaten Kuningan.

1. perolehan-suara-dpr-ri

2.perolehan-suara-dprd-provinsi-jawa-barat

3.perolehan-suara-dprd-kab-kuningan

Panwas Hanya Terima Tiga Pelanggaran Pileg

22 Apr

Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kab Kuningan satu hari sebelum pelaksanaan pemilihan umum legislatif (Pileg) dan satu hari setelahnya. Hanya memeroleh tiga pengaduan yang diduga tindak pidana pelanggaran Pileg berupa politik uang. Tiga berkas aduan itu, satu pelanggaran yang ditindaklanjuti ke kepolisian dan dua berkas dikembalikan.

Baca lebih lanjut

Perolehan Suara Jeblok Caleg Pingsan Saat Pleno

21 Apr

Saat rapat pleno terbuka untuk umum yang diselenggarakan komisi pemilihan umum (KPU) Kab Kuningan di gelanggang olahraga (GOR) Dipati Ewangga, mendadak gempar. Soalnya salah seorang calon legislatif (caleg) dari daerah pemilihan (dapil) 3 Kab Kuningan dari Partai Gerindra mendadak jatuh pingsan. Hal itu disebabkan perolehan suaranya jeblok.

Baca lebih lanjut

UN SMA/K Serentak Guru dan Pengawas Jangan Coba-coba “Main Mata”

20 Apr

Pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA dan MA di Kab Kuningan dilaksanakan serentak hari ini. Namun ada kekhawatiran adanya main mata antara pengawas dan guru sekolah untuk memberikan jawaban. Agar siswa memeroleh nilai sesuai batas minimal kelulusan 5,50. Kekhawatiran ini berkaitan dengan citra pendidikan di Kab Kuningan yang dianggap telah baik.

Baca lebih lanjut