Bupati Kuningan Semai Ikan di Situ Paniis Pasawahan

10 Mar

tanam-ikanBupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda memiliki kebiasaan baru setiap hari minggu pagi atau saat libur. Ia bersama unsur musyawarah pimpidanan daerah (Muspida), seperti Dandim 0615 Kuningan, Kapolres dan kepala dinas, badan dan kantor. Yakni mengayuh sepeda dengan kelompok sepeda sehat Kuningan (SSK). Disela-sela hobi barunya itu, bupati memanfaatkan untuk pelestarian lingkungan.

Seperti liburan beberapa waktu lalu, bupati bersama unsur Muspida bersepeda ke wilayah selatan Kuningan, khususnya Kec Pasawahan dan SMP Negeri 1 Pasawahan. Di sana, bupati melakukan tabur benih ikan di situ Paniis. Begitu pun di SMP Negeri 1, melakukan hal serupa. Penyemaian benih ikan, tujuannya agar ekosistim yang ada di situ dan kolam menjadi seimbang.

H Lili Suherli, Kabag Humas Setda Kab Kuningan, mewakili Bupati Kuningan, mengungkapkan. Kegiatan semai benih ikan dan sepeda santai merupakan agenda rutin yang sudah dicanangkan sejak jauh-jauh hari. Namun demikian, kegiatan itu bersifat spontan, tidak dilakukan secara resmi pemerintahan. Sebab dengan cara itu antara masyarakat dengan bupati tidak ada jarak lagi.

“Bupati dan wakil bupati kan dipilih oleh rakyat, jadi seharusnya tidak ada jarak antara yang dipilih dengan yang memilih. Kegiatan itu pun merupakan salah satu cara komunikasi yang efektif. Bupati secara langsung mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Baik melalui penanaman pohon di lahan kritis, maupun penyemaian benih ikan,” tegasnya.

Penyemaian ikan di masing-masing lokasi tidak kurang dari dua kuintal. Diharapkan, bibit ikan tersebut dipelihara oleh masyarakat desa setempat. Juga siswa SMP negeri 1 Pasawahan. “Penyemaian itu, jangan ramai saat pelaksanaan tapi harus dapat dirasakan manfaatnya. Baik oleh masyarakat maupun siswa. Jangan seperti sekarang ditanam, besok ikannya pada ngambang (mati-red),” ucapnya.

Minimal, masih kata H Lili, sirkulasi airnya diurus agar ikannya tidak lekas mabok. Juga jangan lupa di kasih makan. Artinya masyarakat memunyai sance of belonging (rasa memiliki). Sehingga setahun kemudian dapat dirasakan hasilnya. “Mungkin pada saat idul fitri atau idul adha tahun ini bisa dipanen. Jadi masyarakat tidak perlu membeli lagi ke pasar,” ucapnya setengah berseloroh.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: