Pasar Tradisional Kuningan Kumuh dan Senmrawut

4 Mar
PASAR TRADISIONAL KUMUH

PASAR TRADISIONAL KUMUH

Sejak puluhan tahun silam hingga kini pasar tradisional di Kab.Kuningan kondisinya kumuh dan semrawut sehingga sudah waktunya untuk dirubah dan ditata dengan indah supaya bisa menjadi pasar wisata.

“Saya melihat pasar tradisional di Kuningan awut-awutan, semrawut dan kumuh. Saya ingin merubah pasar tradisional ini menjadi indah dipandang, senang dikunjungi dan tidak kumuh, tertata dengan apik dan rapih,” ujar Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Triastami, di sela-sela sidak ke sejumlah pertokoan dan pasar di Kuningan.

Melihat kondisi pasar tradisonal yang demikian, Bupati Aang bertekad untuk menyulap pasar desa menjadi pasar yang semi modern tapi tetap berpenampilan tradisional dengan deretan para pedagang kaki lima dan pedagang lainnya yang diatur per zona. “Ini harus secepatnya. Meskipun APBD Kita kecil, tapi Saya akan berusaha mencari ke APBN langsung,” katanya.

Ditambahkan Triastami, rencana penataan pasar tradisional tersebut sudah matang, dan kini pihaknya sedang berembug dengan konsultan untuk mendesaign pasar-pasar tradisonal yang indah dan tertata dengan zona komoditi dan lainnya.

“Pasar yang indah dan tertata itu, harusnya memiliki zona. Dimana ada zona komoditi dan zona-zona lainnya yang harus dipisahkan. Antara yang basah, kering dan sedang itu jangan tercampur seperti pasar tradisional Kita,” papar Triastami.

Kendati APBD Kuningan tidak memungkinkan untuk menata pasar tradisonal, tapi lewat usaha yang ulet dan kerja keras, kemungkinan besar pasar yang direncanakan akan ditata tersebut akan terwujud dalam waktu dekat.

Rencana pasar tradisional yang akan ditata itu diantaranya Pasar Luragung, Pasar Ciwaru, Pasar Baru, Pasar Karamatmulya, Pasar Maleber dan Pasar Darma dengan perkiraan akan menelan dana sebesar Rp 10 milyar.

Menurut Triastami, faktor yang menyebabkan pasar tradisional menjadi semrawut dan kumuh yaitu dari faktor drainase yang tidak tertata dengan rapih dan apik. Selain itu, aspek lahan parkir dan bongkar muat serta ruang terbuka menjadi hal yang akan diutamakan dalam penataan pasar tradisional nanti.

“Kita tidak akan merubah pasar tradisional menjadi modern, tapi cuma menatanya dengan rapih dan indah. Kesan pasar tradisionalnya tetap ada, tapi teratur dan enak dikunjungi, sehingga masyarakat merasa nyaman jika berbelanja ke pasar tradisional itu,” ujarnya.

Begitu pula dalam pengelolaannya. Pemkab Kuningan tidak akan melepaskan ke pihak ke-tiga. Tapi desa tetap berperan dalam mengolah pasar tersebut, dan pendapatannya tetap mengalir dari pasar tradisional tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: