Politik Masyarakat Kuningan Menjelang Pemilu 2009

1 Mar

Survey Sosial Lembaga Penelitian Sosial

Oleh : Iman Subasman, S.Si *)

Survey ini kami lakukan untuk mengetahui preferensi politik masyarakat Kuningan menjelang Pemilu 2009,hal ini sangat penting bagi kami mengingat event politik paling besar ini hanya berlangsung 5 tahun sekali sekaligus menjadi bahan studi kami dalam melihat perkembangan prilaku politik masyakat.

Metoda  survey  yang kami gunakan adalah wawancara dengan menyebar kuisioner sebanyak 648 se Kabupaten Kuningan. Sampel dilakukan dengan metode  stratifikasi di seluruh di 182 desa  sekabupaten Kuningan selama 14 hari  mulai dari 1—14 februari 2009 dengan responden  penduduk usia 17 tahun keatas atau penduduk yang sudah mempunyai hak pilih laki-laki dan perempuan dengan derajat kepercayaan 95% dan margin of error 5%. Jumlah ini kami anggap cukup untuk merepresentasikan pemilih di Kabupaten Kuningan

Temuan Pokok


Pengetahuan responden terhadap perbedaan Pemilu 2004 dan 2009.

PEMILU 2009 RAWAN KESALAHAN

Pengetahuan responden tentang perbedaan Pemilu 2004 dan 2009. Sebanyak 56,9% responden mengatakan belum mengetahui perbedaan Pemilu 2004 dan 2009, dan 38,7 % sudah mengetahui perbedaan Pemilu 2004 dan 2009 . Keadaan ini memang menjadi tantangan untuk Parpol dan KPU agar semakin meningkatkan sosialisi Pemilu 2009.

Kurangnya sosialisasi tentang  perbedaan Pemilu 2004 dengan 2009 dimungkinkan terjadinya kesalahan terutama dalam pemberian tanda (contreng ) dalam kertas suara. Keadaan inipun menjadi ukuran untuk sosialisai KPU beserta seluruh komponennya untuk meningkatkan sosialisasi pada sisa waktu yang sangat singkat ini. Temuan ini pun didukung dengan data bahwa responden yang tidak mengetahui kesalahan dalam pemberian tanda (mencontreng duakali itu salah ) sebanyak 52% mengatakan tidak mengetahui bahwa mencontreng lebih dari satu kali itu merupakan kesalahan dan 39% sudah mengetahui bahwa mencontreng duakali adalah kesalahan.

Dalam keadaan seperti ini KPU memang dituntut untuk menggunakan cara sosialisasi yang efektif kepada masyarakat demi suksesnya Pemilu 2009. Bagi parpol maupun caleg ini merupakan kondisi ril yang harus mereka hadapi, sekalipun alat peraga dan media telah banyak di sebar tampaknya bukan hal mudah untuk mengarahkan pemilih kepada nama caleg. Melihat pengetahuan responden seperti yangtelah saya kemukakan sangat dimungkinan terjadi nya salah pilih yang disebabkan kurangnya pengetahuan.***

*). Direktur LSM Lensa Kab Kuningan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: