Pemkab Kuningan Serahkan Dana Kompensasi Air

22 Jan

Plt SEKDA H DJAMALUDDIN NOOR TENGAH MEMBERIKAN DANA KOMPENSASI AIR SECARA SIMBOLIS KE EMPAT DESA YANG AIRNYA DI JUAL KE WILAYAH CIREBON

Plt SEKDA H DJAMALUDDIN NOOR TENGAH MEMBERIKAN DANA KOMPENSASI AIR SECARA SIMBOLIS KE EMPAT DESA YANG AIRNYA DI JUAL KE WILAYAH CIREBON

Sebanyak empat desa penghasil air di Kab Kuningan memeroleh dana kompensasi dari Pemkab Kuningan. Keempat desa itu diantaranya Desa Manis Kidul Kec Jalaksana, Paniis, Kaduela dan Singkup di Kec Pasawahan. Dana kompensasi yang diterima bervariasi antara Rp 15-20 juta.

Bantuan tersebut diserahkan Plt sekretaris daerah (Sekda) H Djamaluddin Noor yang mewakili Bupati Kuningan H Aang Hamid Suganda dan diterima masing-masing kepala desanya. Tujuannya untuk memelihara hutan disekitar sumber mata air. Selain itu pun diharapkan mampu menjaga kondusifitas masyarakat setempat.

“Dana kompensasi air itu diperuntukkan untuk melestarikan, mengamankan dan melindungi air yang dimiliki desa. Supaya debit airnya tidak berkurang dan mampu menjaga kondusifitas masyarakat dengan alam sekitarnya,” ucap Sekda, Kamis (22/1) di Pendopo Pemkab di Kuningan.

Diakui H Djamaluddin, Kab Kuningan kaya akan sumber mata air. Namun pemanfaatnnya belum opimal. Sehingga balum mampu menyejahterakan masyarakat dari sektor air. Potensi itu masih dibiarkan tanpa ada pengelolaan. Hal itu disebabkan keterbatasan dana dan perlengkapan untuk mengolahnya.

Kendati demikian, kata H Djamaluddin, dirinya mengharapkan kepada desa-desa yang memiliki sumber mata air. Supaya mampu mengambil langkah-langkah tepat guna memelihara, melestarikan dan melindungi sumber mata air. Baik melalui penanaman pohon di sekitar sumber air maupun tidak melakukan pengrusakan.

“Meski pun baru beberapa titik mata air yang dimanfaatkan. Tapi sedikitnya memberikan hikmah. Sehingga tingkat kerusakan dan pemanfaatan air untuk petani lebih besar. Tidak seperti di Paniis, kondisi debit airnya tinggal 100 liter perdetik. Jika dibagi-bagi dengan pihak lain maka akan mengalami kekurangan. Padahal air tersebut sudah dikerjasamakan dengan Pemkot Cirebon,” ungkapnya.

Selama ini keempat sumber mata air, Pemkab Kuningan baru melakukan kerja sama dengan beberapa pihak. Diantaranya sumber mata air dari Desa Kaduela dijual ke pabrik Semen dan PDAM Kab Cirebon. Desa Singkup dan Paniis kepada PDAM Kota Cirebon, dan Desa Manis Kidul ke Pertamina.

Kendati dana kompenasi air masih dianggap kecil oleh masing-masing desa. Seperti Desa Manis Kidul dan Paniis memeroleh Rp 20 juta. Sedangkan Desa Kaduela dan Singkup sebesar Rp 15 juta. “Sebetulnya dana kompensasi itu terlalu kecil dengan beban yang dipikul masyarakat sekitar sumber mata air,” ungkap salah seorang kepala desa yang enggan disebutkan identitasnya.

Sambungnya, “kita harus menjaga lingkungan hutan disekitar mata air. Juga mengamankan kebijakan dari Pemkab Kuningan. Padahal masyarakat belum tentu mengerti. Itu yang kami pusingkan. Tapi ya harus bagaimana lagi, kondisinya seperti ini,” tegasnya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: