Mutasi di Lingkungan Pemkab Kuningan Ada Kejutan Baru

23 Des

Rumor yang berkembang di kalangan pejabat mengenai draf mutasi, paska disahkannya anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tahun 2009. Nama-nama yang akan duduk baik di eselon IV, III dan II sudah dikantongi Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda. Hanya menunggu waktu yang tepat untuk diumumkan. Drafnya sudah jauh-jauh hari disusun secara internal tim Ahas (H Aang Hamid Suganda-red).

Bersama tim sukses dan sebagian pejabat yang membantu dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) Oktober lalu. Kendati terjadi rotasi besar-besaran namun tidak terlalu signifikan. Soalnya, sebagian pejabat eselon II dan III merupakan sebagian pendukungnya. Hanya dinas teknis yang tengah mengalami kekosongan akan diisi orang-orang terdekat bupati.

Seperti di lingkungan gedung putih. Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan, Dian Rahmat Yanuar akan dipromosikan jadi sekretaris dewan (Setwan). Kabag Umum yang dipegang Asep Taufik Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda). Kabag Humas, Lili Suherli dinaikan jadi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud). Sedangkan Setwan yang dijabat HM Ridwan Setiawan akan ditarik jadi asisten ekonomi pembangunan.

Begitu pun Yayan Sofyan, Kadisparbud akan diserahi tugas sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UKM menggantikan Triastami yang akan menduduki jabatan baru sebagai Kepala Badan Penyuluh Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (BP3K). Sedangkan Kabag Kesejahteraan Rakyat (Kesra), H Durahman akan menjabat Kadishutbun, menggantikan Dendi Warsita yang dimutasi ke Disnakertransos.

Disnakertransos, H Jajat Sudrajat akan dialihtugaskan ke Dinas Sumber Daya Air Mineral dan Pertambangan (SDAP) menggantikan H Unay Sunaryo yang dikembalikan ke habitatnya Dinas Bina Marga. Kabag Hukum, Ajat Jatnika dinaikan menjadi Kepala KB dan Pemberdayaan Perempuan. Sedangkan Kabag Umum akan diisi Trisman Supriatna, sebelumnya Kasubag rumah tangga (RT)

Boy Kartanegara, Ketua Forum ’45 saat dihubungi mengutarakan. “Secara umum mutasi akan datang formasinya sudah ditentukan Bupati Kuningan. Kemungkin tinggal menunggu waktu yang tepat. Sebab, bupati sudah mengetahui siapa-siapa saja yang akan membantu dirinya dalam mengemban tugas lima tahun ke depan,” ungkapnya.

Mutasi kali ini, kata Boy, bisa saja ada kejutan baru dengan menonjobkan pejabat eselon II dan ditarik menjadi staf ahli bupati. Kemungkinan itu sangat besar, hal itu berdasarkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tidak mampu menjalankan tugas, pokok dan fungsinya. Namun dirinya tidak bisa memastikan pejabat siapa saja yang akan dinonjobkan.

“Bupati akan bertindak tegas dalam mutasi kali ini. Pejabat yang di tahun sebelumnya tidak menunjukan prestasi malah sebaliknya menimbulkan persoalan. Kemungkinan besar akan ditarik. Hal itu merupakan proses pembelajaran ke pejabat bersangkutan agar lebih mengutamakan pekerjaan ketimbang hal-hal lain. Apalagi tidak bisa mengamankan dan menjalankan kebijakannya,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: