APBD Kab Kuningan Tahun 2009 Diperkirakan Rp 1,2 Triliun

12 Des

Rencana anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) Kab Kuningan Tahun 2009 yang tengah dibahas panitia anggaran (Panggar) DPRD Kabupaten Kuningan Rp. 1,2 triliun. Angka itu, merupakan ajuan awal dari Tim APBD. Kemungkinan dipertengahan pembahasan akan berubah sampai diparipurnakan. Namun perkiraan perubahan jumlahnya tidak melampaui Rp 100 milyar.

Kepastian jumlah total besarannya masih menunggu informasi dari pemerintah pusat dan provinsi, apakah ada anggaran tambahan atau tidak? Soalnya, anggaran alokasi dana khusus (DAK), baik untuk pendidikan, kesehatan, sekretariat daerah (Setda) dan pertanian angkanya belum masuk. Sebab nama anggarannya tengah diformat ulang tapi intinya tidak mengalami perubahan.

“RAPBD yang tengah dibahas oleh Panggar mengalami kenaikan sekitar Rp. 220 milyar atau 22 persen. Kenaikan anggaran merupakan konsekuensi alokasi dana umum (DAU) tahun sebelumnya yang terserap untuk anggaran belanja pegawai. Tingginya belanja pegawai disebabkan pengangkatan langsung pegawai tidak tetap (PTT) menjadi PNS,” ungkap AR Sukiman, anggota Panggar DPRD Kab Kuningan.

Kenaikan RAPBD Tahun 2009 sebesar itu, kata Sukiman, jika dibandingkan dengan APBD Tahun 2008, jumlahnya hanya Rp 800 milyar. Kendati mencapai Rp 1,2 triliun angka itu bukan berasal dari pendapatan asli daerah (PAD). PAD Kab Kuningan hanya Rp 45 milyar, sedangkan sisanya berasal dari DAU. Diantaranya dana perimbangan pusat dan provinsi, bantuan, hibah dan DAK.

Namun DAK masih dipertanyakan karena informasi yang diterima Panggar, sambung Sukiman, istilahnya diubah atau menggunakan pola lain. Kendati demikian, tinggal menunggu besaran jumlah angkanya. Jika angka tambahan sudah masuk, pembahasan RAPBD akan dilanjutkan. Selama tim APBD belum menyerahkan laporannya, APBD tidak bisa dibahas.

“Target pembahasan di tingkat Panggar, Januari 2009 sudah rampung. Nanti diserahkan ke fraksi masing-masing untuk dibahas lebih lanjut. Jika ada koreksi, maka Panggar akan memerbaikinya. Dengan cara meminta tim APBD untuk menjelaskan lagi ke Panggar dan dirumuskan lagi. Andaikan tidak ada, ya langsung saja diparipurnakan agar Pemkab dapat melaksanakan program-progamnya,” ungkapnya.

Secara umum, kata Sukiman, komposisi anggaran secara garis besarnya ada dua yakni anggaran pembangunan dan pembiayaan rutin, kisarannya antara 20 dan 80 persen. Sepintas sepertinya anggaran pembangunan lebih kecil dibanding anggaran rutin. Hal ini disebabkan belanja pegawai sangat besar. Apalagi Tahun 2009, Kuningan telah menerapkan SOTK baru yang menggunakan pola maksimal.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: