Bupati/Wakil Bupati Harus Fokus Pada Tugasnya, Bukan Terus Kampanye

20 Jun

Keterangan gambar :

KAMPANYEBaner Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda dipasang di tempat umum yang menyiratkan dia akan maju lagi dalam Pilkada di Kab. Kuningan. Padahal pihak lain atau calon lain belum bertindak lebih jauh. Hanya menempelkan stiker di tempat-tempat umum. Seperti H. Arifin Setia Miharja, H. Aan Suharso.***

———————–

Bupati Kuningan, H. Aang Hamid Suganda dan wakil bupati H. Aan Suharso diharapkan oleh elemen masyarakat tetap fokus dalam melaksanakan pembangunan sebelum masa akhir jabatannya. Sebab ditengarai bupati dan wakil bupati dalam sisa waktu sebelum mendapaftar sebagai calon bupati dalam pilkada mendatang tidak fokus terhadap tugas-tugasnya.

Keduanya justru terjebak dalam kampanye dirinya masing-masing untuk mencalonkan sebagai bupati Kuningan periode 2008-2013. Jika tidak ada kesadaran untuk tetap melaksanakan program-programnya dikhawatirkan akan terjadi permasalahan dikemudian hari. Masyarakat pun sudah merasa jenuh dengan tindak tanduk mereka yang kerap kampanye disetiap acara bersifat kenegaraan.

Anehna lagi, bupati dan wakil bupati terus melakukan konsolidasi dengan menghadiri acara-acara sampai ke tingkat RT. Padahal sebelum-sebelumnya belum pernah tercatat dalam keprotokalan. Lebih aneh lagi mereka datang ke acara keluarga seperti hajatan, nujuh bulanan dan acara halal bil halal berangkat haji di tingkat RT. Kegiatan seperti itu berdampak meningkatnya biaya operasionan bupati dan wakil bupati.

Jika terus dibiarkan maka anggaran APBD, bisa saja tersedot untuk operasional karena setiap pertemuan bupati dan wakil bupati yang tidak pernah bersama lagi itu selalu memberikan bantuan keuangan yang besarnya relatif. Ada yang diberi 2 juta rupiah, dan satu juta. Belum lagi dengan menjanjikan akan diberikannya bantuan berupa aspal, semen dan yang lainnya.

Bantuan itu pun berasal dari APBD karena sipenerima bantuan harus menandatangai kuitansi yang disodorkan oleh petugas Pemkab Kuningan. Begitu pun dengan bantuan aspal dan semen, harus mengajukan surat permohonan bantuan yang nantinya diurus oleh bagian perlengkapan. Jelas hal ini menunjukan bahwa bantuan tidak dilakukan dengan perencanaan matang.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: