Pipanisasi di Desa Sukarapih

1 Mar

 

 desa-sukarapih.jpg

Keterangan gambar :

Wanda Jaya Atmaja (pake kaca mata) Kades Desa Sukarapih Kecamatan Cibureum Kab. Kuningan tengah diwawancara di desanya.

—————–

Masyarakat Desa Sukarapih Kecamatan Cibeureum, dapat menikmati air bersih berkat program pipanisasi di desanya. Kendati baru seratus lima puluh kepala keluarga (KK) dari jumlah kurang lebih 2.900 KK ditambah memenuhi kebutuah sosial. Seperti surau, masjid, dan balai desa. Namun warga setempat merasa terbantu. Pasalnya, desa itu termasuk daerah sulit air.

Setiap tahun, masyarakat Desa Sukarapih mengalami kesulitan air bersih. Baik untuk keperluan cuci, mandi dan pengairan. Apalagi musim kemarau masyarakat untuk memeroleh air bersih harus menempuh jarak kurang lebih tujuh kilometernya. Pasalnya air yang tersedia hanya di sumber mata air Gunung Tilu. Hal ini sangat menyulitkan masyarakat.

Begitu pun areal pesawahan termasuk sawah tadah hujan. Sehingga hasil panennya tidak lebih dari dua kali. Hal itu berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat yang sebagian besar petani. Jika musim kemarau, sawah dibiarkan terlantar dipenuhi alang-alang. Masyarakatnya pergi ke kota-kota besar, ada yang menjadi buruh bangunan dan dagang kelontongan. Baru musim penghujan, masyarakat dapat mengolah sawahnya untuk ditanami padi.

Selain itu, kebutuhan air bersih sehari-hari seperti untuk mencuci, mandi dan minum di musim kemarau mengalami kesulitan. Tidak jarang mereka pergi ke sumber mata air di Gunung Tilu dengan mebawa pikulan untuk membawa air. Keperihatinan itu terus berlangsung setiap tahun. Sehingga Wanda Jaya Atmaja. Kepala Desa Sukarapih, terpilih merasa terpanggil untuk menyediakan hajat hidup orang banyak itu.

“Saya merasa perihatin terhadap situasi dan kondisi masyarakat atas kelangkaan air bersih setiap tahunnya. Guna memenuhi kebutuhan itu, perlu ada jalan keluarnya. Salah satunya mengadakan pipanisasi, supaya masyarakat dapat merasakan kemudahan memeroleh air bersih. Langkah-langkah yang ditempuhnya yakni melakukan koordinasi dengan dinas terkait,” ujar Wanda.

Selain itu, dirinya juga menyediakn modal untuk pembangunan pipanisasi. Namun karena kebutuhan pipanisasi sangat besar, sementara waktu yang dikerjakan baru seratus lima puluh KK. Ke depannya, diupayakan terpenuhi seluruhnya. Kendati demikian, jangan diartikan bahwa yang masuk ke dalam program pipanisasi hanya orang-orang yang berpihak pada dirinya.

“Semua warga akan memeroleh hak yang sama sesuai dengan kebutuhannya. Sedangkan pihak desa hanya menjalankan kewajibannya untuk menyejahterakan masyarakat. Karena keterbatasan modal, yang dilakukannya secara bertahap. Beda, jika modal yang dimiliki saya jumlahnya besar, mungkin dalam satu tahap sudah selesai. Jadi saya mengharapkan adanya kesabaran dari masyarakat,” pintanya.

Pembangunan pipanisasi ini, sambung Wanda, belum lama. Baru dua bulan yang lalu. Begitu pun dirinya diangkat sebagai kepala desa belum genap satu bulan. Sehingga program ke depannya dapat terealisasikan dalam waktu dekat. Khususnya pipanisasi, sebab kebutuhan terhadap air sangat mendesak.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: