Dua Sumber Mata Air Punya Potensi Dijadikan Pembangkit Listrik

4 Jan
Dua titik sumber mata air di Kabupaten Kuningan, khususnya yang terdapat di Desa Pajambon Kecamatan Kramatmulya dan Sangkanurip Kecamatan Cigandamekar.  Ternyata memiliki potensi besar selain air panas yakni sumber panas bumi sekitar radius 20 km di seputar sumber mata air Pajambon. Dan radius 10 km dari sumber mata air Sangkanhurip Kecamatan Cigandamekar.

Jika panas bumi yang terdapat di dua titik sumber mata air itu dapat dimaksimalkan, dapat dijadikan pembangkit tenaga listrik. Namun hal tersebut, berpulang lagi kepada Bupati Kuningan sebagai owner juga masyarakatnya. Apakah potensi itu dapat dioptimalkan atau dibiarkan begitu saja!

Sebab ada beberapa pemikiran diantaranya, Kabupaten Kuningan tidak mau seperti kawasan Kamojang Kabupaten Garut. Gas panas buminya diambil oleh pihak swasta namun masyarakat disekitarnya tidak memeroleh hasil yang diharapkan. Artinya pihak swasta “beunghar” masyarakatnya kere alias miskin.

Begitu pula di Kabupaten Kuningan, jika dilakukan terburu-buru, karena hanya ingin memeroleh pendapatan atau iming-iming “mimpi indah” ternyata sangat pahit dirasakan. Hal ini jangan sampai terjadi, apalagi kalau pihak SDAP hanya ingin katangar oleh bupati punya pekerjaan besar atau setidak-tidaknya dianggap telah gawe dan memberikan mimpi kepada masyarakat Kabupaten Kuningan.

***

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan  (SDAP)  Kuningan, Drs. H. Enay Sunaryo M.M., yang didampingi Kabid  SDAP Maman Sudirman S.E., BAE., menjelaskan, temuan tersebut berdasarkan hasil survey Departemen Pertambangan beberapa waktu lalu.

“Kalau ini bisa terealisasi, maka Kuningan bisa mengandalkan PAD-nya dari sumber tersebut, dan Provinsi sedang menunggu keberanian kita terhadap tindaklanjut dari hasil survey tersebut,” ujar  H. Enay.

Maksud keberanian kita, Maman menambahkan jika tindaklanjut dari hasil survey Departemen Pertambangan itu yakni penandatanganan WKP (Wilayah Kerja Pertambangan) yang hingga kini masih dalam prosedur di tingkat kabupaten, belum ditandatangani secara syah oleh Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda.

Provisni Jawa Barat sendiri terus mempertanyakan tindaklanjut WKP tersebut, dan provinsi berharap segera terealisasi. “Kalau propinsi sih ingin secepatnya, tapi WKP itu masih dalam proses, mudah-mudahan bisa segera ditandatangani bupati,” tambahnya.

Kendati WKP bukan syarat satu-satunya terhadap pembuatan pembangkit listrik di Kuningan, akan tetapi WKP sendiri menandakan sebagai satu bukti kesungguhan daerah untuk membuka peluang kepada investor supaya segera terealisasi.

Jika WKP sendiri sudah diserahkan kepada Provinsi, maka  langkah selanjutnya tinggal pengumuman lelang dan menunggu investor  yang masuk. Investornya sendiri menurut Maman, tidak sembarang investor, namun harus yang memiliki modal kuat dan kualitas yang bonafid, karena modal untuk pembangkitan listrik tersebut menelan biaya sekira 74,5 juta dolar (US$) atau senilai 1 trilyun rupiah lebih.

H. Enay menambahkan, SDAP sendiri menginginkan realisasi dari proyek terbesar itu. Karena potensi panas bumi ternyata tidak bisa dipandang sebelah mata dan jangan dianggap hal sepele, karena jika Kuningan memiliki penggerak listrik dengan kekuatan 300 juta watt, bisa diandalkan sebagai satu-satunya pendapatan terbesar.

Meskipun survey sendiri dilakukan oleh pihak departemen,  akan tetapi itu masih menjadi aset Kuningan, dan mungkin ada sebagian ke daerah lain yakni Kab. Majalengka. “Seharusnya ini segera ditindaklanjuti, karena bisa menjadi andalan terbesar,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: