Kuningan “Kebanjiran” Kendaraan Leter B

15 Okt

leter-b.jpg

 Jumlah kendaraan dari beberapa kota besar yang masuk ke Kabupaten Kuningan kurang lebih 3.600 buah. Kendaraan yang masuk ada dua jenis yaitu kendaraan bermotor dan mobil. Penghitungan ini dilakukan terhadap kendaraan mobil berleter B, R, BA, F, G, W, BG dan banyak lagi. Namun dari jumlah kendaraan itu yang paling banyak adalah kendaraan leter B atau Jakarta.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kendaran yang melalui jalan Siliwangi dan RE. Martadinata setiap lima menit sekali jumlahnya sekitar 50 kendaraan. Penghitungan dilakukan selama tiga jam di jalan berbeda. Penghitungannya dilakukan secara manual yaitu dengan mencatat plat nomor asal kotanya dan dilaksanakan 1–H dan 1+H Idul Fitri 1428 H.

Penghitungan dilakukan sejak pukul 14.00-16.00 WIB. Jika penghitungannya dirata-ratakan per 5 menit 50 kendaraan. Berarti dalam satu jam, jika dihitung 60 menit dibagi lima menit dikalikan 50 kendaraan. Maka jumlahnya kurang lebih 600 kendaraan leter Jakarta yang masuk ke Kabupaten Kuningan. Jumlah itu dikalikan lagi tiga jam maka jumlahnya sekitar 1.800 kendaraan.

Jumlah 1.800 kendaraan itu dikalikan lagi di 2 jalan yaitu Jalan Siliwangi dan RE. Martadinata. Maka jumlahnya sekitar 3.600 kendaraan. Jumlah ini dirata-ratakan, sebab masih ada penghitungan 1-H dan 1+H. Artinya dua kali penghitungan. Penghitungan ini pun bisa disebutkan penghitungan kasar sebab jalan yang dilalui, tidak hanya jalan RE Martadinata dan Siliwangi saja.

Masih ada jalur tikus atau tujuan kampung halamannya tidak melewati kedua jalan tersebut. Masih ada jalur tikus di Jalaksana yang menghubungkan Kecamatan Jalaksana ke Ciawigebang dan Cidahu. Begitu pun dengan jalur Kecamatan Cilimus yang menghubungkan ke Jalur Kabupaten Ciamis dan Tasikmalaya.

Pencatatan jumlah kendaraan yang masuk, tidak diasumsikan bahwa mereka adalah masyarakat Kabupaten Kuningan atau hanya numpang lewat. Catatan ini bisa disebutkan pengguna kedua jalan tersebut. Kendaraan yang digunakannya pun terlepas apakah sudah milik bukan orang Kuningan yang berdomisili di Jakarta atau pemiliknya masyarakat Kabupaten Kuningan sendiri.

Pengamatan sederhananya, kendaraan yang dimiliki masyarakat Kabupaten Kuningan dan tinggal di Kuningan jarang menggunakan mobil mewah, seperti suzuki lancer, inova, mercides benz, BMW, karimun atau jenis mobil city car. Begitu pun dengan kendaraan blazer tahun 2005/2006 dan keluaran terbaru. Artinya, bukan berarti masyarakat Kabupaten Kuningan tidak memiliki kendaraan mewah.

Pasalnya, setiap hari dapat dipantau di jalan protokol maupun jalur jalan desa. Masyarakat yang memiliki mobil mewah dapat dihitung dengan jari yakni Cirokee, milik Bupati Kuningan H. Aang Hamid Suganda. Mobil dinas Wakil Bupati Kuningan Nissan keluaran 2003. para pengusaha lokal itu pun setaraf dengan mobil dinas wakil bupati. Selebihnya kendaraan second dan mobil keluaran tahun 2003 ke bawah.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: