Perencanaan Pembangunan Dilakukan Sepihak

2 Okt

Kepala Kelurahan Kuningan, Drs. Husnan Anwar menjelaskan sejak tahun 1984, daerah yang dipimpinnya belum pernah mengalami perbaikan secara menyeluruh. Padahal Kelurahan Kuningan sebagai pusat kota Kabupaten Kuningan merupakan daerah perkotaan yang membutuhkan penanganan lebih serius. Namun selama ini, penataan lingkungan kadang tidak pernah dilibatkan.

“Pusat kota tentunya memiliki peran penting dalam pertumbuhan Kabupaten Kuningan baik dari sektor ekonomi, sosial, politik, kebudayaan dan pertahanan keamanan. Namun selama ini yang dirasakan oleh saya, pembangunan ke arah itu belum sepenuhnya mendapat perhatian baik dari kecamatan maupun kabupaten sendiri. Hal ini membuat perihatin pelbagai kalangan,” ungkap Anwar.

Selama ini, sambung Anwar, pembangunan pusat kota sepertinya bukan milik kelurahan atau kecamatan saja. Tapi sudah menjadi milik Pemkab Kuningan dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunannya. Pihaknya hanya menerima laporan dan memonitor kegiatannya saja. Sedangkan perencanaan maupun pelaksanaan hanya milik orang-orang kabupaten saja.

“Hanya sebagian kecil saja pekerjaan tata kota yang diserahkan ke pihak kelurahan. Padahal yang diharapkan kami yakni perencanaan kota selain di bahas tim ahli kabupaten, kami juga dilibatkan. Pasalnya dinamika masarakat Kelurahan Kuningan sudah bagus sehingga aspirasi kerap disampaikan. Namun karena keterbatasan komunikasi dengan tingkat kabupaten jadi kami hanya menerima jadi saja,” ujarnya.

Memang dirinya pun menyadari, staf kelurahan masih banyak kekurangan, tidak seperti di tingkat kabupaten. Namun atas keterbatasan itu, masih diimbangi sikap kekritisan masyarakat dalam menyikapi arah dan tujuan pembangunan. Sehingga pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Kuningan sudah berjalan sejak lama. Hasilnya tidak saja kritis di bidang pembangunan fisik saja.

Kritis dalam sosial, ekonomi, politik dan pertahanan keamanan selayaknya memeroleh perhatian khusus. Dampak dari pembangunan yang dianggap kurang berkenan dengan kehendak masyarakat yakni tumbuhnya sikap apatis. Pihaknya sebetulnya telah menjaga dampak dari pertumbuhan pembangunan secara fhyikologis massa. Namun hal itu belum sepenuhnya mendapat perhatian.***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: