Rencana pemadaman listrik secara bergilir oleh UPJ PT PLN Kuningan mendapat minor dari elemen masyarakat. Soalnya, di Kabupaten Kuningan tidak terdapat industri besar yang menggunakan listrik ribuan watt. Namun 90 persen penggunanya rumah tangga dan home industri.
“Rencana pemadaman listrik secara bergilir di Kabupaten Kuningan tidak masuk akal. Hal itu menunjukan UPJ PLN Kuningan tidak profesional dan bertanggung jawab. Sebab di sini, tidak ada industri besar yang membutuhkan ribuan watt listrik perhari. Pemadaman itu seharusnya tidak terjadi,” ungkap Boy Kartanegara salah seorang aktifis lokal.
Selanjutnya, kata Boy, gembar-gembor penghematan tidak ada relevansinya di kota kecil seperti Kuningan. Sebab konsumsinya hanya rumah tangga tidak membutuhkan ribuan watt. Justru gembar-gembor itu, disinyalir hanya menurupi kelemahan atau ketidak mampuan PLN dalam mengelola listrik.
“Masa saya harus tidak menggunakan komputer, kulkas, atau penerangan ruang tamu, kamar, tengah dan dapur? Daya listrik yang digunakan kan sudah sesuai ketentuan PLN sendiri ada yang dayanya 450 watt, 900 watt dan 1.200 watt. Mereka sendiri yang menentukan, bukan kita,” ucapnya.
Jika melebihi kapasitas itu, sambung Boy, kontakan listrik langsung ngejeplak. Itu artinya PLN sudah menentukan kuota listrik yang digunakan. “Sekarang mereka beralibi demi penghematan itu tidak masuk akal, terlalu mengada-ngada. Hal ini sebaiknya diteliti ulang apa yang terjadi dengan PLN,” tegasnya.

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini