
PENYULINGAN MINYAK NILAM YANG TERDAPAT DI DESA SUMUR CIWIRU KEC. CIBEUREUM
PPSebanyak 3.000 petani di Kabupaten Kuningan mengelola lahan yang dimiliki KPH Perhutani Kuningan seluas 802 ha. Lahan itu dikembangkan untuk komoditi atsiri diantaranya nilam, sereh wangi, cengkeh, pala dan kenanga. Komoditi tersebut diproduksi sebanyak 126.384 kg pertahun. Jumlah sebanyak itu berasal dari 39 penyulingan.
Potensi produksi minyak atsiri yang dianggap menjanjikan mengundang pengusaha lokal, regional, nasional dan internasional tertarik untuk mengunjungi Kabupaten Kuningan. Diantaranya dari Perancis, India, dan Banghlades mereka mengadakan fieldtrip seminar internasional minyak atsiri di Hotel Grage Sangkan Kecamatan Cigandamekar serta meninjau penyulingan di Cihaur.
Sekjen Dewan Atsiri Indonesia (DAI), Meika Rusli, menyebutkan, progress Kabupaten Kuningan dapat dijadikan bahan untuk memberikan keyakinan pada para pengusaha minyak atsiri guna melakukan kerja sama atau join di cultiva. Sedangkan sistem baru yang akan diperkenalkan dengan cara mengganti sistem rantai nilai produksi melalui prinsip kebersamaan dan pemasaran yang lebih merata.
“Apalagi minyak atsiri sebagai bahan baku parfum berasal dari Kabupaten Kuningan merupakan terbaik ke tiga di dunia. di Indonesia sendiri terbaik ke dua setelah minyak atsiri dari Sumatera,” ungkapnya***

No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini