
PANINENGAN H YUSUF SUKARDI DAN H MASHUD WISNUSAPUTRA
Di pagi yang cerah, masyarakat Kab Kuningan dikejutkan kabar meninggalnya H Yusuf Sukardi, SE, MM., putra mendiang H Mashud Wisnusaputra (almarhum) juga tokoh pembangunan Jawa Barat. Betapa tidak terkejut sebab Kamis, kemarin (26/3) ia masih melakukan kampanye sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Golkar daerah pemilihan (Dapil) X Jawa Barat, Kab Kuningan, Kota Banjar dan Ciamis, Jum’at (27/3).
H Yusuf Sukardi, merupakan tokoh muda Kab Kuningan yang malang melintang di tingkat nasional. Diharapkan banyak elemen mampu membawa nama harum Kab Kuningan seperti almarhum orang tuanya. Tahun 2008, saat pemilihan kepala daerah (Pilkada), ia digadang-gadang jadi Bupati Kuningan. Namun niatan itu diurungkan karena tidak mendapat restu H Mashud Wisnusaputra.
Meninggalnya H Yusuf Sukardi hampir beriringan, sebab H Mashud Wisnusaputra Oktober lalu telah terlebih dahulu menghadap Allah YME. Ia selama ini, memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan sosial masyarakat di Kab Kuningan. Hal itu dilakukannya merupakan kelanjutan tradisi almarhum Bapaknya yang sudah melaksanakan sejak Tahun 70-an.
Kepedulian H Yusuf Sukardi terhadap masyarakat kurang mampu, dibuktikan dengan malakukan rehab rumah. Bagi pelajar mulai SD, SMP dan SMA memberikan bantuan beasiswa. Namun beasiswa bagi SD dan SMP dihentikan karena sudah ada bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah. Beasiswa itu pun dialihkan ke mahasiswa dan SMA.
Selain itu, ia pun tercatat sebagai dewan penyantun sekolah tinggi agama islam (STAI) Al Ihya Cigugur-Kuningan dan Universitas Kuningan (Uniku). Ia sebagai tokoh yang memiliki sifat keteladanan. Kendati termasuk orang pendiam, namun kreatifitasnya cukup mumpuni. Begitu pun di bidang kesusastraan dia tergolong produktif dengan membuat cerita bersambung di salah satu koran regional.
Sikapnya lemah lembut ke setiap orang. Tidak jarang ketika pula ke kampung halamannya di Kel Sengkahan Kec/Kab Kuningan harus melayani masyarakat sekitar. Juga dari daerah lain yang berkunjung ke kediamannya. Meski kesibukannya sebagai putra mahkota kerajaan bisnis H Mashud Wisnusaputra. Mulai dari properti sampai pengadaan alutsita dia kendalikan.
Keberhasilan yang dia raih, masih menyisakan dua cita-citanya sebagai manusia belum dikabulkan. Diantaranya, membangun sekolah bertaraf internasional di Kab Kuningan untuk masyarakat kurang mampu. Juga menjadi anggota DPR RI, seperti pemilu tahun sebelumnya selalu meraup suara terbanyak namun kandas karena masih menggunakan sistim proporsional.
H Yusuf Sukardi, selepas kampanye di Kab Ciamis mengeluhkan terkena diare dan demam. Langsung dilarikan ke rumah sakit EL Syifa di jalan RE Martadinata Kab Kuningan. Pukul 1.00 dini hari masih sempat berbincang-bincang dengan suster di rumah sakit tersebut. Selain kontrol juga hendak diganti spreinya. Tidak ada keluhan apa-apa. Hanya suhu badannya meninggi.
Pukul 3.20 wib, H Yusuf Sukardi menghembuskan nafas terakhirnya. Ia meninggalkan seorang istri Nani dan tiga putra dan pukul 14.00 akan dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Sengkahan, tidak dibawa ke Jakarta atau Bogor. Pada kesempatan itu hadir pula Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda. H Agus Gurlaya Kartasasmita tokoh nasional juga Caleg. Hj Maryamah anggota DPR RI bersama suami Nugraha Besoes sekretaris jendral (Sekjen) PSSI. ***

7 comments
Comments feed for this article
Maret 29, 2009 pada 5:18 am
ASEP IPUT
ADUH PUGUH WE REK KUMAHA TEU NGARASA KALEUNGITAN PA UCUF…! SIM KURING NU JADI TIM SUKSES NA NGARASA TEU PERCAYA KACIDA…! KURING NGARASA BOGA HUTANG KA PA UCUF TEH MARGI TOS MANG NGAREHABKEUN GANG EYANG WERI KATUT GAPURA NA!
DUH PILEULEUYAN PA UCUF…!
PILEULEUYAN…!
HAMPURA PISAN KURING TEU TIASA MAYAR BUDI KA BAPA!
SING MUGI NAON NU TOS DIPASIHKEUN TEH JANTEN AMAL PIKEUN BAPA! MUNG SAKITU KURING TIASA MANG DOAKEUN BAPA!
PILEULEUYAN PA UCUF…!!!
Maret 29, 2009 pada 3:14 pm
Eman Sulaeman
Wilijeng Istirahat Kang Ucuf, mugia Allah nampi sagala kasaean Bapa, sinareng mugia Allah ngahapunten tina sanes kanten kalepatan Bapa, Abdi nyakseni Bapa jalmi anu kalintang saena, handap asor kasasama, hade tutur basana, getol ibadahna. Duh Kang Ucuf…………abdi leres-leres ngaraos kaleungitan. Abdi masih emut Anjeun kantos nyarios ” WAKTU URANG LAHIR KA ALAM DUNNYA URANG TEH CEURIK TAPI ANU NINGALI (INDUNG BAPA, KULAWARGA, JEUNG SADAYA ANU NYAKSENAN) PADA SARERI, ARANJEUNA BINGAH NINGALI URANG LAHIR. ENGKE MUN URANG MAOT KALINTANG BAGJANA MUN URANG MAOT DINA KAAYAAN SEURI SAMENTAWIS ANU NYAKSENAN PADA CAREURIK” Wilijeng istirahat Kang Ucuf, wilujeng ngaraoskeun nikmatna syurga Allah.
Maret 30, 2009 pada 9:42 am
Yusup Hermansyah
Saya merasa kehilangan tokoh, teladan dan putra terbaik Kab. Kuningan umumnya dan Kelurahan Windusengkahan pada khususnya. Semoga amal baik mendapat pahala dan balasan dari Alloh SWT.
Maret 31, 2009 pada 9:41 am
sudar siandes
SELAMAT JALAN KANG UCUP,
NAMAMU AKAN SELALU KUKENANG
Dari Sudar Siandes
Meski tidak ada hubungan biologis dengan Kang Ucup (sapaan akrab H. Yusuf Sukardi, SE, MM), tetapi saya yang lahir di desa Cipondok kecamatan Cibingbin sudah menganggap kalau Kang Ucup itu seperti kakak saya sendiri baik ketika suka maupun duka. Sejak bertemu di Jakarta tahun 1985 melalui Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPPMK) Jakarta – kebetulan saya pernah menjadi Ketua Umumnya dan beliau sebagai Ketua Dewan Pembinannya, komunikasi dan intensitas pertemuan kami tidak pernah terputus sampai akhir hayat Kang Ucup. Tentu banyak sekali cerita humainora yang diperoleh dari persahabatan saya dengan Kang Ucup tersebut mulai dari cerita ringan, buku baru, sampai keurusan bangsa dan negara. Oleh karena itu tentu saya akan selalu mengenangnya.
Sejujurnya harus saya katakan di sini bahwa bagi saya Kang Ucup adalah pintu masuk saya untuk mengenal lebih dekat Bapak Dr. HC. Drs. H. Mashud Wisnusaputra (Pak Mashud almarhum). Tentu saya termasuk anak muda Kuningan yang sangat beruntung karena tidak saja mengenal keseharian Pak Mashud dari dekat tetapi lebih dari itu saya memperoleh pencerahan secara langsung dari Sesepuh Pembangunan Kuningan serta berkesempatan untuk menulis buku biografinya (Sinopsis Perjalanan Mashud Wisnusaputra). Banyak kesamaan antara Pak Mashud dan Kang Ucup, yakni sama-sama memiliki prinsip “sedikit bicara banyak kerja” dan banyak pula membantu bagi kemaslahatan orang banyak.
Dalam perjalanannya, kini kami memang sama-sama menjadi Caleg DPR RI dari Dapil yang sama (Kuningan, Ciamis, dan Banjar), tetapi meski berbeda bendera kami selalu mendo’akan dan saling memotivasi. “Kita berusaha dan berdo’a mudah-mudahan kita bisa menang di negeri sendiri.” Itulah telpon terakhir Kang Ucup kepada saya tiga hari sebelum beliau wafat.
Oleh karena itu, sungguh saya sangat terkejut ketika Kang Dr. H. Agus Suparman (senior saya di IPPMK) mengirim pesan singkat tentang berita duka wafatnya Kang Ucup. Innalillahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan Kang Ucup. Semoga Allah SWT menempatkan Kang Ucup di sisi-Nya. Amin.
April 2, 2009 pada 11:49 am
htmc
Innalillahi wa ina illahi Rojiun…Mugia Allah SWT…Sing Nampi Amal Ibadahna…
Juni 4, 2009 pada 2:33 pm
dani
Tiada doa yang terlambat ’semoga bapak H. Yusuf Sukardi, SE, MM, diterima segala amal dan ibadah disisi Nya. Amin
H Yusuf Sukardi SE, MM, yang akrab dipanggil Kang Ucup lahir di Kuningan 24 Mei 1950 tepatnya di Desa Windusengkahan dan lama bergelut dalam dunia bisnis di Jakarta. Kang Ucup di mata saya adalah sosok pria yang sabar, cerdas, tangkas serta memilki tatakrama yang luhur. Lebih kurang tiga tahun lamanya saya bekerja di perusahaan beliau di sekitar Jl.M.T. Haryono Jakarta. Dan ilmu yang saya petik dari pribadi beliau salah satunya adalah pribadi yang handap asor itu mungkin salah satu yang saya kagumi sampai saat ini karena jarang sekali seorang pimpinan sebuah perusahaan memilki tatakrama yang baik mulai dari perkataan hingga tindakan yang bijaknya walaupun tidak sedikit rekan bisnisnya sendiri memanfaatkanya sebagai peluang emas hanya menjadi parasit yang tidak sedikit merugikan pribadi beliau.
‘ Wilujeng istirahat kang Ucup, mugi Allah nempatkeun anjeun dina sawargana Allah…amin’
Juni 30, 2009 pada 9:31 am
boedi dayono
Saya sudah puluhan tahun tidak jumpa dengan Pak Yusuf Sukardi. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini keinginan saya untuk bertemu dengan Pak Yusuf Sukardi sangat besar. Beliau membuka account di-facebook, tetapi permintaan saya agar di-add sebagai friends beberapa bulan yang lalu kok tidak disambut.
Betapa terkejutnya saya membaca berita ini. Beliau adalah teman saya sekolah di Extension Universitas Indonesia. Sosok yang sangat santun dan penuh perhatian terhadap teman-temannya yang menghadapi kesulitan.
Selamat jalan kawan… semua amal baktimu di dunia pasti akan diberikan pahala olehNya. Amin…..