You are currently browsing the daily archive for Januari 26th, 2009.

HO TEK TSENG SIN
“Loo hiang ca jiat, huat kai bong hun, cu hut hai hwee sut yau bun, sue cie kiat siang ien, seng ie hong ieun, cu hut hiang cuan sien,” ungkap salah seorang umat Konghucu di Kab Kuningan sambil memasang tiga buah hio di nio low (tempat menyimpan hio) yang disimpan dekat patung Ho Tek Tseng Sin. Ia pun melakukan ci kung (penghormatan) tiga kali.

NIO LOW
Sambas Cahyadi (Tjan Sam Tjay, 87) warga keturunan Tionghoa juga pengelola Litang (kelenteng) Kun An Tong. “Sembahyang yang dilakukan dihadapan patung Ho Tek Tseng Sin, sudah menjadi keutamaan bagi masarakat Tionghoa katurunan.”

NIO LOW
Tjan Sam Tjay menerangkan keberadaan Litang Kun An Tong yang didirikan Pebruari 1917. Jasanya Khow Mo Kin dan Tjon Kim. “Dulunya yang disebut litang merupakan rumah berdinding bilik bambu. Dikarenakan punya keinginan menolong sesama, rumahnya dijadikan pusat informasi bagi warga keturunan Tionghoa,” ucapnya.

Komentar Terakhir