“Ingin Satukan Bloger Kuningan dalam Organisasi”

NENEN GUNADI PULANG KAMPUNG ke KADUGEDE DARI KANADA. SAAT BERKUNJUNG KE BLOGER AJUN "LEMBUR KURING"

NENEN GUNADI PULANG KAMPUNG ke KADUGEDE DARI KANADA. SAAT BERKUNJUNG KE BLOGER AJUN "LEMBUR KURING"

Selama ini masyarakat “maya” Kabupaten Kuningan mengenal sosok perempuan cantik bernama Nenen Gunadi. Komentar-komentarnya “ciamik” dan membesarkan hati para pengelola blog sederhana. Ia mengaku warga Desa/Kecamatan Kadugede dan bermukim di Negeri Kanada. Satu negara berpendapatannya (APBN) terbesar di dunia. Persentuhan itu cukup memotivasi.

Soalnya, selama ini masyarakat maya (baca internet) hanya kaum tertentu di kota-kota besar. Sementara masyarakat pedesaan, katakanlah Kabupaten Kuningan belum lama mengenal dunia ini. Tentunya, sosok Nenen Gunadi ibarat setetes air di sahara. Menghilangkan dahaga akan gagapnya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Umpama sebuah pemantik yang mampu menghilangkan kegagapan itu sendiri.

Masyarakat Kuningan pun tidak pernah mengetahui, kapan ia pulang dan menghirup aroma ciremai yang semakin tua. Wangi pepohonan hangus terbakar gergaji mesin. Tanah merah yang dihujam air hujan menjadi longsoran. Gemercik air yang kini menjadi alat pertikaian Pemkab Kuningan dengan Kota Cirebon. Dan aum harimau yang semakin menjauh gaungnya.

Mungkin saja, Nenen lebih menyukai Gunung Alpen Swis atau Angqognanua di Argentina. Atau kegemarannya pun berubah, dari main “sorodotan” dengan pelapah pisang di kebun bambu menjadi main sky. Atau mungkin saja ketika di sini masih sempat bermain sepakbola dengan bola plastik. Setelah di sana menjadi pemain hooky atau baseball.

Ketika di “lemburnya” penyuka gemet (comro Bandung) menjadi lupa dan makan chase burger, pizzahurt atau kentucky friend chiken (bukan promosi lho). tapi ini sebuah selera makan. Pelbagai pemikiran berkecamuk tentang sosok perempuan cantik ini. (lho kenapa seperti itu?) itu tidak lebih karena ia ditempatkan sebagai ikon Kuningan yang telebih dahulu mengenal internet.

Meski kita tidak mengenal lebih jauh. Tapi karena ada hubungan daerah (maaf ada anggapan etnisisme). Ia seolah-olah setiap saat masuk ke lorong-lorong imajinasi tentang pemuka pintu Kabupaten Kuningan di luar negeri. Mungkin bukan satu-satunya dia seorang. Mungkin saja masih banyak, tapi sekali lagi. Ia yang perama kali memberi suport atas keberadaan blog-blog orang Kuningan.

Nenen Pulang Kampung

Sikap penasaran itu habis sudah, setelah waktu tak terduga ia pulang kampung atau mudik ke ranah bali geusan ngajadinya (tempat kelahiran) di Kadugede. Kesibukannya dengan keluarga, tidak menghilangkan kesempatannya bertemu dengan bloger Kuningan, khususnya Ajun dengan blog “Lembur Kuring” dan bertemu dengan kawan-kawan dari “Warta Desa”

Perempuan cantik ini menyimpan gelora untuk menyatukan para bloger Kuningan. Supaya ada kekompakan dan kebersamaan dalam mengaktualisasikan Kuningan di dunia maya. “Kalau bisa kita ngariung selain membicarakan gemet dan peuyeum, juga bagaimana nasib bloger Kuningan ke masa depan. Soalnya tantangannya akan lebih berat. Apalagi hanya mengandalkan dompet sendiri,” ungkapnya diiringi senyuman.

Perempuan yang cantik dan penyayang binatang itu. Ingin serius membuat organisasi bloger Kuningan. Harapannya selain untuk arena kongkow juga sharing pemikiran. “Minimal bisa tukar pikiran lah, jangan sampai hanya bertemu di dunia maya tapi ada kegiatan nyata di lapangan. Kalau bahasa kerennya aktualisasi pemikiran dari dunia maya,” ucapnya tersenyum.

“Wah bagus tuh, gagasannya teh. Kapan atuh ngariung?”