KELUARGA AGUS SAPUTRA (38) TENGAH BINGUNG MENGHADAPI MUSIBAH YANG MENIMPANYA YAITU TERKENA SUSPECK FLU BURUNG

KELUARGA AGUS SAPUTRA (38) TENGAH BINGUNG MENGHADAPI MUSIBAH YANG MENIMPANYA YAITU TERKENA SUSPECK FLU BURUNG

Keluarga Andi Saputra (38) warga RT 01/01 Desa Sukaimut Kec Garawangi nyaris terjangkit virus H5NI atau suspeck flu burung. Namun yang baru diduga terkena suspeck istrinya Ela (37), kini dirujuk ke rumah sakit Gunung Djati (RSUGD) Kota Cirebon. Begitu pun keduaanak dari pasangan suami istri (pasutri) Andi dan Ela, Dea (4,5), Mia (11) masih dirawat intensif di rumah sakit umum daerah (RSUD ’45) Kuningan.

Diduganya Ela terkena suspeck flu burung, terlebih dahulu mengalami demam cukup tinggi. Tim dokter RSUD’45 pun mengambil sampel darahnya untuk diperiksa di laboratorium. Berdasarkan rapidtest (tes cepat) Ela dinyatakan positif suspeck flu burung. Namun dikarenakan terkendala fasilitas rumah sakit, akhirnya ia dirujuk ke RSUGD Cirebon tadi malam, Kamis (22/1) pukul 22.45 wib.

Begitu pun yang menimpa keduaanaknya, sebelumnya mengalami demam tinggi. Ketiga pasien suspeck flu burung dibawa ke RSUD ’45 oleh pihak keluarga dan aparat desa secara bersamaan. Kejadian yang menimpa keluarga Andi, dilatar belakangi banyaknya kematian ayam buras milik warga setempat secara mendadak. Sejak Senin (19/1) sampai sekarang.

Ketika dikonfirmasikan ke Direktur RSUD ’45 Kuningan, dr. H Afip Kosasih, M.Kes. Ia membenarkan ada pasien yang terkena suspeck flu burung atas nama keluarga Agus Saputra. “Khususnya Ela, istrinya langsung dirujuk ke RSUGD Cirebon. Sedangkan keduaanaknya, masih dirawat di sini dan tadi pagi diambil sampel darahnya oleh petugas Dinas Kesehatan Kuningan,” ungkapnya.

Sambungnya, “keduaanaknya dikawatirkan tertular virus flu burung. Kami tengah melakukan perawatan intensif. Tapi untuk mengetahui tertular atau tidak, kita lihat dulu hasil pemeriksaan laboratorium. Mungkin lusa baru bisa diketahui. Kendati ada kekawatiran, namun Dea dan Mia tidak ditempatkan di ruang isolasi. Tapi dirawat di ruang anak,” ucapnya.

Ayam mati mendadak

Atas kejadian penyebaran virus flu burung ke manusia, berdasarkan informasi di lapangan. Empat hari lalu, warga Desa Sukaimut diresahkan dengan kematian mendadak ayam buras peliharaan mereka. Namun warga tidak selekasnya melaporkan kejadian tersebut. Tapi menggunakan cara dikubur, seperti informasi dari media elektronik maupun cetak.

Dikarenakan terus berlanjut dan menular ke manusia. Salah seorang petugas kesehatan dari Puskesmas Garawangi melaporkan kejadian itu ke Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kec Garawangi. BPP langsung menurunkan tim personel partisipatory diseases searching (PDS) dan  partisipatory diseases response (PDR). Melakukan penyemprotan disinfektan dan rapidtest terhadap dua ekor ayam dan hasilnya positif terkena suspeck flu burung.

“Kami mengetahui adanya virus flu burung di Desa Sukaimut setelah mendapatkan laporan dari petugas kesehatan dari Puskemas Kec Garawangi, hari Rabu (21/1). Saat itu langsung ke lokasi. Ditemukan ayam mati mendadak sebanyak 25 ekor. Hari kemarin tambah lagi 2 ekor. Sedangkan yang menular ke manusia, kemungkinan ayam yang terkena suspek air liurnya kepegang,” ungkap Dadim Zaenal Abdidin seorang penyuluh pertanian dari BPP Garawangi.***