You are currently browsing the daily archive for Oktober 19th, 2008.

Surat ajuan pelaksanaan perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2008 untuk Kab. Kuningan berserta daerah-daraeh lainnya se-Indonesia, ternyata sudah ada di meja Menteri Pendayagunaan Aparatur (Menpan) RI tetapi hingga kini belum turun ke setiap daerahnya.

“Menurut informasi, surat ajuan CPNS se-Indonesia itu sudah ada di Pak Menpan tetapi beberapa hari lalu, yang bersangkutan tidak di kantornya karena sedang ada kegiatan dinas di Jakarta,” ujar Kabid Mutasi dan Pengadaan Pegawai, Drs. Nurohim.

Kendati sudah ada di meja Menpan, kata Nurohim, pihaknya tidak mau menduga-duga atau memperkirakan mengenai kapan kepastian turunnya surat keputusan tersebut karena dikuatirkan salah sehingga nantinya bisa menimbulkan keresahan.

“Saya belum berani mengatakan, kapan bisa turunnya surat keputusan pengangkatan CPNS tahun 2008 tersebut tetapi lebih baik kita tunggu saja sebab permasalahan ini tidak hanya terjadi di Kuningan namun sudah masuk ranah nasional,” tuturnya.

Adanya surat keputusan dari Menpan tersebut, menurut Nurohim, sangat menentukan karena di dalamnya selain mengatur waktu pelaksanaan, juga mengenai petunjuk teknis termasuk syarat-syarat pendaftaran yang harus dipenuhi oleh para pelamar sesuai bidang yang diminatinya.

“Saya juga kurang mengetahui persis, persyaratan apa saja bagi pelamar CPNS tahun sekarang ini tetapi diharapkan persyaratannya sederhana seperti legalisir pendidikan terakhir. Kalau menurut informasi, untuk tenaga guru minimal Diploma II dan bagi tenaga teknis lainnya Diploma III, namun semuanya belum pasti sebab juklak dan juknis dari Menpannya belum turun,” paparnya.

Apabila surat keputusan dari Menpan telah turun, lanjut Nurohim, maka tidak sertamerta, Pemkab Kuningan langsung menggelar testing CPNS tetapi bakal melakukan rapat sekali lagi dengan seluruh BKD atau bidang kepegawaian se-Jabar guna merumuskan kesepakatan dari mulai pengumuman perekrutan, pelaksanaan testing hingga hasil pengumuman yang lolosnya. “Untuk pelaksanaan perekrutan CPNS tahun 2008 ini, seluruh BKD atau bidang kepegawaian se-Jabar sudah sepakat bakal dilaksanakan secara serentak,” jelasnya.

Ketika disinggung, apakah kartu kuning sebagai salah satu persyaratan pelamaran CPNS tahun 2008 sebab beberapa waktu lalu, setiap harinya ratusan warga berbondong-bondong ke Disnakertransos untuk membuatnya, Nurohim mengaku, belum bisa memastikan. Tetapi ia merasa heran, kenapa warga melakukan hal itu padahal BKD sendiri belum memberitahukan waktu pelaksanaan testing CPNSnya***

Lembaga Penelitian Sosial (Lensa) Kuningan melakukan survei lapangan terkait perilaku masyarakat Kuningan menjelang pilbup. Dalam survei preferensi politik masyarakat Kuningan menjelang pilbup, ada beberapa temuan yang diperoleh lembaga tersebut.

Iman Subasman, S.Si., Direktur Lensa Kuningan, temuan yang pertama adalah alasan pilihan pasangan calon. Menurutnya, mengetahui kecendrungan publik terhadap pasangan calon adalah hal yang sangat penting dalam proses pilkada. Tujuannya, pasangan maupun tim kampanye dapat mengukur kekuatan maupun pola kampanye yang sesuai dan cocok untuk pertarungan politik.

“Kalau kami perhatikan dalam riset Lensa yang menggunakan metoda multistage sampling random di 32 kecamatan 191 desa  dan 440 responden dapat kami simpulkan bahwa tiga alasan masyararakat Kuningan dalam menentukan pasangan calon, yakni mengenal pasangan calon 31,7 persen, berpengalaman 30,3 persen, dan sebesar 10,6 persen  sesuai dengan pilihan parpol yang mengusung,” ungkap dia kepada Radar, kemarin.
Tidak hanya itu, lanjut Iman, temuan lainnya berdasarkan hasil surveinya di lapangan yakni berkenaan dengan penilaian masyarakat terhadap kepemimpinan Aang-Aan tahun 2003-2008. Khususnya terhadap program-program yang menunjang kemakmuran. Ternyata masyarakat yang menilai puas dan sangat puas terhadap pembangunan yang menunjang langsung kemakmuran sebesar 31,2 persen. Yang menilai biasa-biasa saja sebesar 50,3 persen, dan selebihnya sebesar 25,2 persen menyatakan tidak puas.

Selanjutnya, Iman menyebutkan, tentang tingkat kepuasan terhadap pembangunan sarana fisik. Dikatakan, pembangunan fisik sering disebut-sebut sebagai ikon, lambang popularitas Aang selama masa kepemimpinannya. Terhadap pembangunan sarana fisik ini masyarakat Kuningan yang menyatakan puas dan sangat puas sebesar 61,3 persen.
“Isu yang dibangun Arochman yakni nyata tur karasa, kita teruskan pembangunan, merupakan rumusan tim kampanye yang mengerucut dengan mengaitkan hasil pembangunan fisik dengan sentimen pilihan masyarakat,” ungkapnya.

Lain halnya dengan temuan yang keempat yaitu terhadap penciptaan lapangan kerja. Persentase ketidakpuasan cukup besar. Sisi itu merupakan sesuatu yang perlu mendapatkan perharian serius.

“Pembangunan pemerintah terhadap penciptaan lapangan kerja merupakan sisi yang perlu mendapat perhatian lebih serius dimasa mendatang. Masyarakat Kuningan yang menilai puas dan sangat puas terhadap penciptaan lapangan kerja hanya 22,1 persen, sedangkan 37.9 persen menilai biasa-biasa dan 40.8 persen menyatakan tidak puas dengan penciptaan lapangan kerja,” sebutnya.

Yang terakhir mengenai penilaian masyarakat terhadap pelayanan pemerintah. Perosentase sangat puas dan puas cukup besar yakni 49,9 persen. Yang menyatakan biasa-biasa saja sebesar 35 persen dan selebihnya menyatakan tidak puas.
“Jadi Isu yang diambil tim Arochman yakni untuk meneruskan pembangunan adalah isu yang tepat. Hanya saja ada satu hal yang perlu diperbaiki ke depan yaitu sejumlah program yang berkaitan langsung dengan penciptaan lapangan kerja.,” tandasnya.***

I.K.L.A.N

Citizen Journalism

Warta Desa DIHADIRKAN SEBAGAI CITIZEN JOURNALISM. SIAPA PUN BERHAK UNTUK MENGIRIMKAN INFORMASI UNTUK DIJADIKAN BERITA. NAMUN TERLEBIH DAHULU MENDAPAT PERSETUJUAN REDAKSI.

Arsip

a

 

Oktober 2008
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031