Harimau Liar Serang Ternak Warga

23 Agu

Sejumlah harimau liar turun gunung dan menyerang ternak milik warga di Desa Subang dan Desa Situgede, Kecamatan Subang dalam beberapa malam terakhir. Akibatnya, di samping tiga ekor sapi milik warga sekitar mati dicabik-cabik satwa buas tersebut, warga di dua desa menjadi resah. Mereka khawatir, harimau-harimau itu akan menyerang manusia.

Hingga saat ini warga setempat masih memberlakukan ronda malam untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apabila binatang buas tadi masuk ke perkampungan. Mereka berjaga-jaga dengan membawa pentungan dan senjata tajam sembari keliling kampung, terutama ke kandang-kandang ternak sapi, kerbau, kambing, dan domba yang kemungkinan menjadi sasaran harimau.

Semula kehidupan warga di Desa Subang dan Situgede berjalan seperti biasa, tidak merasa terusik. Namun, mendadak resah, menyusul hilangnya tiga ekor sapi  dari kandang milik warga setempat pada suatu hari. Puluhan warga kemudian mulai melakukan pencarian, ke pinggiran hutan yang berbatasan dengan perkampungan, karena, awalnya diperkirakan sapi-sapi itu kabur dari kandang. Bahkan, Sempat muncul dugaan hewan ternak tersebut ada yang mencuri.

Dugaan pencurian tidak terbukti, setelah warga menemukan seekor di antara tiga ekor ternak yang hilang tersebut pada jarak sekitar 400 meter dari kandang. Warga pun sangat kaget ketika menemukan sapi tersebut dalam kondisi mati dengan bagian badan dan perut terkoyak-koyak seperti  bekas cakaran binatang buas. Bahkan, bagian dalam perut sapi yang diketetahui sedang bunting tersebut telah hilang. Menyaksikan kondisi cakaran pada tubuh sapi, warga menduga keras merupakan tanda-tanda khas cakaran binatang buas, yakni harimau jenis macan tutul.

Kapolsek Subang AKP Guntur H.R. yang dimintai konfirmasinya membenarkan adanya ternak sapi milik warga yang diserang dan dimangsa harimau.”Dugaan warga tadi diperkuat juga setelah salah satu anggota kami, yakni Briptu Ian, memergoki dua ekor macan tutul tepat di pinggir jalan desa setempat. Awalnya dia tidak menyangka kalau binatang itu adalah macan tutul karena, melihatnya pada malam hari. Namun, setelah didekati dengan menggunakan mobil, akhirnya diketahui hewan-hewan tadi adalah macan tutul, setelah sosok hewan sempat tersorot lampu mobil,” katanya.

Sejak peristiwa tersebut, warga langsung melakukan pengamanan di desa masing-masing karena dikhawatirkan hewan-hewan tersebut kembali beraksi menyerang dan memangsa hewan ternak maupun  manusia. Warga juga telah melakukan koordinasi dengan Perbakin dan jajaran kepolisian setempat untuk mengambil langkah-langkah antisipasi atas hal-hal yang tidak diinginkan.***

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: