You are currently browsing the daily archive for April 19th, 2008.

Kegiatan bagian hubungan masyarakat (Humas) Setda Kab. Kuningan menyelenggarakan pelatihan jurnalistik bagi pelajar di Kabupaten Kuningan dianggap ke luar dari kewenangannya. Cenderung muatan politisnya lebih besar, ketimbang manfaat yang diperoleh. Hal ini mengundang polemik dikalangan birokrat juga organisasi kewartawanan di Kab. Kuningan.

“Saya mendengar bahwa Humas merencananakan pelatihan jurnalistik pada pelajar yang ada di Kab. Kuningan. Saya langsung menelon Kabag Humas (Dian Rahmat Yanuar-red) menanyakan benar tidaknya. Kabag Humas, langsung menjawab, emang salah Humas menyelenggarakan kegiatan itu? Katanya. Jawab saya, itu salah. Karena di luar kewenangan Humas,” Ungkap Ketua PWI Kuningan, Ondin Sutarman, berapi-api sebelum pelaksanaan kegiatan.

Seharusnya, sambungnya, sebelum merencanakan ada pembicaraan terlebih dahulu apakah pantas atau tidak? Sebab, kegiatan itu di luar jalur kewenangan atau tugas pokok dan fungsinya. Jika tidak salah, humas memiliki tugas pokok diantaranya memberikan informasi kepada masyarakat melalui pemublikasian di media masa atas pekerjaan atau rencana bupati, wakil bupati dan unsur pimpinan di setda.

“Tugas itu terlebih dahulu ditingkatkan kearah lebih profesional, bukan sebaliknya. Tugas pelatihan atau pembekalan junalistik itu ada bidangnya, baik organisasi kewartawanan juga dinas teknis. Katakanlah urusan pelajar, tentunya Dinas Pendidikan yang bekerja sama dengan organisasi kewartawan yang memang spesialis di bidangnya. Bukan bagian humas,”tandasnya.

Senada dengan Ondin Sutarman, salah seorang birokrat yang enggan disebutkan identitasnya mengutarakan. Humas itu sudah masuk kamar orang lain yang seharusnya tidak dilakukan. Apapun dalihnya, apakah untuk melakukan penyebaran informasi kepada pelajar atau memiliki tujuan khusus. Jika pun demikian, pihak humas selayaknya bekerja sama dengan pihak desa.

Desa lebih penting ketimbang pelajar, ungkapnya. Selama ini informasi desa yang belum optimal dilaksanakan bagian humas jelas menunjukan kinerja yang buruk. Ini kan seharusnya menjadi pemikiran humas, bukan orang lain. “Mungkin ini dianggap merecoki rumah tangga organisasi lain. Tapi saya secara pribadi kurang setuju karena masih ada pekerjaan lain” tandasnya.***

I.K.L.A.N

Citizen Journalism

Warta Desa DIHADIRKAN SEBAGAI CITIZEN JOURNALISM. SIAPA PUN BERHAK UNTUK MENGIRIMKAN INFORMASI UNTUK DIJADIKAN BERITA. NAMUN TERLEBIH DAHULU MENDAPAT PERSETUJUAN REDAKSI.

Arsip

a

 

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930