Oleh : C. RUHYAT

Pjs Kepala Desa Jabranti Kecamatan Karangkancana, Kuswanda mengutarakan. Jalan poros desa yang menghubungkan Desa Jabranti ke Sindangjawa dan kantor kecamatan. Keadaannya rusak parah. Dampaknya arus transfortasi ekonomi dan urusan pekerjaan kurang lancar. Hal ini membuat masyarakat merasa terhabat atas kerusakan badan jalan akibat kurangnya perhatian Pemkab.

“Seharusnya jalan poros desa yang menghubungkan desa terpencil seperti Jabranti tidak hanya dibiarkan rusak parah. Sebab semakin dibiarkan maka masyarakat akan merasa terkucilkan dari dunia luar. Pemkab harus lebih memerhatikan desa terpecil, termasuk Jabranti. Apalagi kondisi tanahnya labil sehingga akan dengan mudah hancur,” ungkap Kuswanda.

Kondisi jalan yang labil akan lekas mudah karena tanah selalu bergeser. Namun demikian, artinya Pemkab perlu lebih memerhatikan kondisi tanah yang labil dengan mengangarkan dana pemeliharaan. Jalan poros desa itu, bisa saja hari ini dihotmik, namun beberapa hari kemudian akan hancur. Hal ini perlu perhitungan atau langkah-langkah yang tepat penanganannya.

Dirinya berharap sebelum pengaspalan atau perencanaan perbaikan. Kondisi tanahnya terlebih dahulu distabilkan. Ia tidak tahu bagaimana teknologi untuk mengupayakan supaya jalan tidak bergeser. Hal itu tentunya bukan tanggung jawab atau pemikiran dari kepala desa. Tapi sepenuhnya diserahkan pada Pemkab Kuningan melalui dinas teknis untuk memikirkannya.

Sebab dirinya dan masyarakat Jabranti merasa apalah artinya pembuatan jalan hebat andai biaya pemeliharaan dan teknologi terapannya tidak diupayakan. Justru dengan biaya besar namun hasilnya lebih optimal akan lebih baik. Ketimbang mengeluarkan dana perbaikan diencrit tapi hasilnya tidak dapat dirasakan dalam jangka waktu lama. Pemkab selayaknya berpikira ke arah sana.

“Desa Jabranti dengan desa-desa lain sangat berbeda kondisi alamnya. Menurut catatan Badan meteorologi dan geofisika, dibawah permukaan tanah merupakan lempengan batu yang mudah bergerak dan mengakibatkan bencana alam. Kondisi ini selayaknya mendapatkan perhatian. Bukan sebaliknya dengan menyelenggarakan program instan yaitu relokasi atau transmigrasi lokal,” ungkapnya.

Kuswanda berharap, penanganan utama atas kondisi itu diperioritaskan penanganan jalan poros desa. Karena satu-satunya jalan yang menghubungkan desanya ke luar. Tanpa ada penanganan serius, masyarakat Jabranti akan terkna dampak luar biasa, khususnya bidang ekonomi. Masyarakat tidak bisa lagi membawa hasil pertaniannya ke pasar dan begitu juga sebaliknya.***