agum-8.jpg
Bandung—Pasangan calon Agum Gumelar-Nu’man Abdulhakim dipastikan bersaing dengan pasangan Danny Setiawan-Iwan R Sulanjana dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jabar 13 April 2008. Pasangan ini didukung tujuh parpol, PPP, PDIP, PKB, PKPB, PDS, PBR, serta PBB. PDIP sendiri semula mengusung duet Agum Gumelar-Rudi Harsya Tanaya.

Deklarasi pasangan Agum Gumelar-Nu’man Abdulhakim sebagai pasangan Cagub-Cawagub Jabar dilakukan di Sasana Budaya Ganesha Bandung, Jumat (18/1). Pasangan Danny Setiawan-Iwan R Sulanjana didukung Partai Golkar dan Partai Demokrat.
Sementara itu,
Agum Gumelar dan Nu’man Abdulhakim berjanji membawa Jabar ke arah yang lebih baik. Keduanya berjanji tidak akan mengecewakan masyarakat Jabar yang telah memberi kepercayaan jika terpilih nanti.

Selain pasangan Danny Setiawan-Iwan R Sulanjana dan Agum Gumelar-Nu’man Abdulhakim, Pilkada Jabar diperkirakan diramaikan oleh pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf. Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf diusung oleh PKS dan PAN.
Sementara itu, Rudi Tanaya mengatakan DPP PDIP telah mengeluarkan dua surat keputusan (SK) yang baru untuk kepentingan pilgub di Jabar.

“Kedua SK tersebut, yang pertama mencabut saya sebagai calon gubernur dan kedua menetapkan Agum Gumelar dan Nu’man Abdulhakim sebagai calon gubernur dan wakil gubernur,” kata Rudy.

Dia menjelaskan penggeseran dirinya dari calon gubernur oleh Nu’man Abdulhakim masih dalam koridor konstitusi yang ada di dalam PDIP. Dan perlu diketahui, Rakerdasus PDIP memunculkan empat nama, yakni Agum Gumelar, Danny Setiawan, Nu’man Abdulhakim, dan Rudy Tanaya sendiri. Kalau kemudian muncul Agum dan Nu’man itu bukan hal baru karena masih dalam koridor hasil Rakerdasus.

Rudi menyatakan saat ini ujian terberat baginya sebagai Ketua DPD PDIP Jabar, posisi kursi wakil gubernur yang awalnya diserahkan kepadanya harus dicabut dan digantikan cawagub dari partai lain.***