Jusuf Kalla Panggil Danny dan Uu

26 Okt

Disepakati, Calon Golkar Tergantung Hasil Rapimda

 

Kedua bakal calon (balon) dalam bursa Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dari internal Partai Golkar (PG) dipanggil Ketua Umum DPP PG Jusuf Kalla, Rabu (24/10). Pertemuan mendadak yang dilakukan petang hari di kediaman Jusuf Kalla di Jakarta itu menyepakati bahwa segala hal terkait dengan pilgub menunggu hasil rapat pimpinan daerah (rapimda).

 

Menurut Uu Rukmana, Ketua DPD Golkar Jabar, hal-hal terkait yang dibicarakan pada kesempatan itu di antaranya tentang pengusungan figur oleh PG ataupun keputusan untuk berkoalisi. Selain dirinya dan Danny, dalam pertemuan itu juga hadir kader Golkar lainnya.

 

”Intinya, pertemuan itu berbicara tentang partai, kans untuk menang bagaimana. Yang memutuskan tetap hasil rapat, kita pasrah. Kalau menang siap, kalah siap,” tutur Uu saat ditemui pada acara halalbihalal Kosgoro 1957 Jabar di Hotel Savoy Homann Jln. Asia Afrika Bandung, Kamis (25/10).

 

Ia mengatakan, balon yang akan ”dipertandingkan” dalam rapimda hanyalah nama-nama yang memiliki persentase besar berdasarkan hasil survei. Sementara balon yang persentase popularitasnya berdasarkan survei di bawah 10 persen, tidak akan diikutsertakan dalam rapim pusat.

 

Sampai sekarang, survei tahap kedua memang belum rampung sehingga belum bisa terlihat hasilnya. Namun, Uu yakin bahwa dirinya akan lolos sehingga bisa dipertimbangkan untuk menjadi calon saat rapimda, yang rencananya digelar 5 November mendatang. ”Saya yakin, saya dan Danny masuk,” ujarnya.

 

Selain keyakinannya untuk lolos dalam survei yang melihat popularitas para balon tersebut, ia pun yakin bahwa rapimda akan memprioritaskan dirinya dan Danny untuk diusung dalam pilgub. ”Yang dicalonkan satu, kalau nggak Danny, ya saya. Akan tetapi, siapa yang diputuskan tergantung rapimda nanti,” ucapnya.

 

Ia pun mengharapkan, balon yang namanya tidak dipertimbangkan dalam rapimda nanti tidak akan memprotes secara hukum karena hasil surveinya memang tidak memadai. ”Da (hasil) surveina goreng atuh. Paling sedikit, nilai survei 10 persen ke atas,” tuturnya.

 

Saat ditanya kemungkinan dirinya dipasangkan sebagai cawagub, ia mengatakan hal itu ditentukan kemudian tergantung pertimbangan DPP. Namun, saat ini dia akan berkonsentrasi dulu untuk pemilihan cagub.

 

Mengenai koalisi dengan partai lain, Uu pun mengatakan bahwa hal tersebut menunggu hasil rapat. Saat ditanya kemungkinan berkoalisi dengan PDIP sebagai sesama partai besar, ia mengatakan hal itu pun bisa saja terjadi. “Bagaimanapun partai menghitung mana yang menang. Itu wajar. Nanti diputuskan tanggal 5 November,” ujarnya.

 

Sementara itu, saat ditemui di Pusdai Jln. Diponegoro Bandung, Gubernur Jabar Danny Setiawan menolak menjelaskan isi pertemuan dengan Jusuf Kalla.

 

Mengenai koalisi dengan PDIP, Danny memang sempat mendapat masukan dari sembilan partai kecil.

 

”Mereka berikan pandangan, ya kita akomodasi, akan dijadikan pertimbangan di lembaga partai,” ucapnya. Ditambahkannya, masukan untuk berkoalisi itu bukan hanya tertuju pada PDIP.

 

Objektif dan rasional

 

Menurut Ketua Barisan Muda Kosgoro 1957 Jabar, M.Q. Iswara, semua pihak yang terlibat dalam pemungutan suara saat rapimda, pasti akan memilih secara objektif dan rasional. Dalam rapimda, hak suara itu berasal dari DPP yang diwakili koordinator wilayah (40%), DPD Jabar (20%), gabungan suara dari 26 DPD kabupaten/kota se-Jabar (30%), dan sisanya (10%) merupakan gabungan suara dari delapan organisasi sayap Partai Golkar.

 

Saat ditanya mengenai persaingan internal partai yang cukup ketat untuk cagub, ia mengatakan akan mengikuti hasil dari mekanisme partai. ”Danny Ketua Dewan Penasihat, Uu Ketua Golkar. Ini persaingan yang menarik memang, siapa pun yang menang itu yang terbaik,” ujarnya.

 

Namun, ia mengatakan, hasil survei yang dilakukan tentunya jangan menjadi satu-satunya pertimbangan. Menurut dia, itu hanyalah pembanding untuk menentukan siapa figur yang akan diusung.

 

Sebagai balon wagub, dia pun mengharapkan PG melakukan survei cawagub. Meski figur cawagub baru ditentukan setelah ditetapkan nama cagub, ia mengatakan survei itu bisa melihat kapabilitas balon wagub di masyarakat.

Namun, bila partainya memilih untuk berkoalisi dengan partai lain, Iswara pun menerima keputusan itu. Konsekuensi berkoalisi adalah cawagub yang akan diusung bukan berasal dari Partai Golkar.*** (Sumber Pikiran Rakyat)

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: