You are currently browsing the daily archive for Oktober 22nd, 2007.

DEPARTEMEN KEHUTANAN

S E K R E T A R I A T J E N D E R A L

Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto

Jakarta 10270, Kotak Pos 6505

Telepon 5704501-04, Faksimile 5738732

P E N G U M U M A N

NOMOR : PG.6/PEG-1/2007

PENGADAAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

DEPARTEMEN KEHUTANAN

FORMASI TAHUN 2007

Departemen Kehutanan membuka kesempatan kepada para lulusan SMK Kehutanan/SKMA/Forest Ranger, Diploma III/Sarjana Muda, Sarjana (S1) dan Master (S2) untuk diangkat menjadi calon tenaga fungsional serta tenaga teknis lainnya dengan kualifikasi sebagai berikut :

 

I. Kualifikasi Pendidikan

a). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan / Sekolah Kehutanan 62 orang

Menengah Atas (SKMA) ikatan dinas Departemen Kehutanan / Forest Ranger Departemen Kehutanan

b). Diploma III (DIII) sebanyak 101 orang dengan rincian :

- Diploma III (DIII) Kehutanan64 orang

- Diploma III (DIII) Ekonomi Akuntansi 19 orang

- Diploma III (DIII) Ekonomi Keuangan 2 orang

- Diploma III (DIII) Komputer / Informatika 16 orang

c). Sarjana (S1) sebanyak 389 orang dengan rincian :

- Sarjana (S1) Kehutanan 307 orang

- Sarjana (S1) Ekonomi Akuntansi 19 orang

- Sarjana (S1) Ekonomi Manajemen 2 orang

- Sarjana (S1) Geografi Fisik (GIS) 16 orang

- Sarjana (S1) Geografi Kartografi / Penginderaan Jauh 2 orang

- Sarjana (S1) Kedokteran Hewan 2 orang

- Sarjana (S1) Budidaya Pertanian 3 orang

- Sarjana (S1) Ilmu Hama dan Penyakit Pertanian 1 orang

- Sarjana (S1) Sosial Ekonomi Pertanian 1 orang

- Sarjana (S1) Sosiologi 5 orang

- Sarjana (S1) Hukum 7 orang

- Sarjana (S1) Manajemen Sumber Daya Perairan (Perikanan) 1 orang

- Sarjana (S1) Statistik 2 orang

- Sarjana (S1) Administrasi Negara / Publik 2 orang

- Sarjana (S1) Teknik Geodesi 1 orang

- Sarjana (S1) Biologi 6 orang

- Sarjana (S1) Komputer / Informatika 5 orang

- Sarjana (S1) Perpustakaan 6 orang

- Sarjana (S1) Bahasa Inggris 1 orang

d). Master (S2) sebanyak 3 orang dengan rincian

- Master (S2) Ilmu Kehutanan 1 orang

- Dokter Umum 2 orang

 

2. Umur

a). Umur minimal 18 tahun (lahir tanggal 1 Oktober 1989 atau sebelumnya).

b). Untuk SMK Kehutanan berusia maksimal 25 tahun (lahir tanggal1 Oktober1982 atau sesudahnya).

c). Untuk SKMA ikatan dinas Departemen Kehutanan dan Forest Ranger Departemen Kehutanan :

- Berusia maksimal 35 tahun (lahir tanggal 1 Oktober 1972 atau sesudahnya).

- Berusia maksimal 40 tahun (lahir tanggal 1 Oktober 1967 atau sesudahnya) dengan ketentuan pernah bekerja pada instansi yang bergerak pada sektor kehutanan (Perhutani, Inhutani, HPH, Asosiasi Pengusaha Hutan) paling kurang 5 (lima) tahun pada 17 April 2002 (mulai bekerja 17 April 1998 atau sebelumnya) dengan menunjukkan Surat Keputusan Kerja yang diterbitkan setiap tahun dari instansi yang bersangkutan.

d). Khusus untuk Calon Polisi Kehutanan persyaratan yang harus dipenuhi :

- Berusia maksimal 25 tahun (lahir tanggal 1 Oktober 1982 atau sesudahnya).

- Tinggi minimal 155 cm (putri) dan 160 cm (putra).

- Kualifikasi pendidikan : SMK Kehutanan / SKMA / Forest Ranger.

e). Untuk Diploma III (DIII) / Sarjana Muda berusia maksimal 28 tahun (lahir tanggal 1 Oktober 1979 atau sesudahnya).

f). Untuk Sarjana (S1) berusia maksimal 30 tahun (lahir tanggal 1 Oktober 1977 atau sesudahnya).

g). Untuk Master (S2) berusia maksimal 32 tahun (lahir tanggal 1 Oktober 1975 atau sesudahnya).

3. Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

a). Untuk Diploma III/Sarjana Muda minimal 2,50 skala 4

b). Untuk Sarjana (S1) minimal 2,75 skala 4.

c). Untuk Master (S2) minimal 3,50 skala 4.

 

II. PENDAFTARAN DAN PENYAMPAIAN BERKAS

1. Berkas Lamaran

 

a). Surat lamaran ditulis tangan sendiri dengan tinta warna hitam di atas kertas folio bergaris dengan huruf latin dengan mencantumkan biodata antara lain nama, tempat/tanggal lahir, status (nikah / belum nikah / janda / duda), alamat jelas yang mudah dihubungi dan no.telepon/HP dan ditujukan kepada Menteri Kehutanan cq. Kepala Biro Kepegawaian.

b). Surat Pernyataan bermaterai Rp 6.000,- sanggup ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

c). Lampiran-lampiran yang disertakan dalam surat lamaran yaitu :

- Fotocopy ijazah dan transkip nilai yang telah dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 2 lembar (Surat Keterangan Lulus tidak berlaku).

- Fotocopy Kartu Tanda Pencari Kerja dari Dinas Tenaga Kerja yang dilegalisir sebanyak 2 lembar.

- Pasfoto terbaru hitam putih ukuran 3 x 4 cm sebanyak 3 lembar.

- Bagi yang mempunyai pengalaman kerja dapat menyertakan surat pengalaman bekerja berupa Surat Keputusan Kerja yang dikeluarkan oleh lembaga/instansi yang bersangkutan.

2. Waktu dan Tempat Pendaftaran

a). Pendaftaran, penyampaian berkas lamaran dan seleksi administrasi dilaksanakan pada tanggal 30, 31 Oktober dan 1 November 2007.

b). Pelamar datang langsung ke tempat pendaftaran di ibukota provinsi (Kantor Koordinator Unit Pelaksana Teknis Departemen Kehutanan Provinsi).

c). Tempat pendaftaran, penyampaian berkas lamaran dan seleksi administrasi CPNS :

- Kantor Pusat Departemen Kehutanan Jakarta untuk peserta yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Provinsi Banten.

- Kantor Koordinator Unit Pelaksana Teknis Dephut Provinsi di seluruh Indonesia

 

d). Berkas lamaran dimasukkan ke dalam map berwarna :

- Merah untuk SMK Kehutanan/SKMA/Forest Ranger,

- Hijau untuk Diploma III (DIII),

- Biru untuk Sarjana (S1),

- Kuning untuk Master (S2).

Pada bagian depan map ditulis BERKAS PELAMAR CPNS DEPHUT FORMASI TAHUN 2007.

 

III. UJIAN SELEKSI

  1. Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi wajib mengikuti tes tertulis yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia (Pusat/Daerah) pada hari Sabtu tanggal 3 November 2007.
  2. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara No. 30 Tahun 2007 tanggal 27 Agustus2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan CPNS, materi ujian meliputi :

• Tes Kompetensi Dasar (TKD); dimaksudkan untuk menggali pengetahuan, keterampilan dan sikap/perilaku peserta ujian, yang meliputi :

- Tes Pengetahuan Umum / TPU (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Hankam dan Hukum);

- Tes Bakat Skolastik / TBS (Kemampuan Verbal, Kemampuan Kuantitatif, dan kemampuan Penalaran);

- Tes Skala Kematangan / TSK (Kemampuan Beradaptasi, Pengendalian Diri, Semangat

Berprestasi, Integritas dan Inisiatif).

• Tes Kompetensi Bidang (TKB); dimaksudkan untuk mengukur kemampuan dan atau keterampilan peserta ujian yang berkaitan dengan kompetensi jabatan.

• Khusus untuk pelamar dari kualifikasi pendidikan SMK Kehutanan/SKMA/Forest Ranger yang dinyatakan lulus tes tertulis akan dipanggil untuk mengikuti tes fisik dan kesehatan.

3. Pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus direncanakan tanggal 3 Desember 2007

IV. LAIN-LAIN

  1. Panitia TIDAK MEMUNGUT BIAYA APAPUN dari peserta.
  2. Pada saat pendaftaran dan ujian seleksi diwajibkan membawa pensil 2B asli, penghapus, rautan, alas tulis dan alat tulis lainnya.
  3. Keputusan panitia tidak bisa diganggu gugat.
  4. Bagi yang dinyatakan lulus final harus menyertakan hasil tes bebas narkoba dari Rumah Sakit Pemerintah.
  5. Setelah diangkat CPNS tidak boleh minta pindah selama 5 (lima) tahun.
  6. Bagi peserta yang dinyatakan lulus seluruh proses seleksi tetapi mengundurkan diri diwajibkan
  7. mengganti biaya yang telah dikeluarkan Panitia sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah).
  8. Keterangan lain-lain dapat dilihat pada website Departemen Kehutanan yaitu www.dephut.go.id.

 

Jakarta, 26 September 2007

 

Kepala Biro Kepegawaian

selaku Ketua Panitia Pengadaan CPNS Dephut

Formasi 2007

Ir. Mudjihanto Soemarmo, MM

NIP 080056855

larasati.jpg

Krisis ekonomi (krismon) yang berlangsung sejak 1998, atau tujuh tahun lalu sampai sekarang masih terasa. Masyarakat di pedesaan masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya baik sandang, pangan dan papan. Harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) terus melonjak setiap saat dan anehnya ketika harganya melambung susah turun kembali.

Situasi harga barang tidak menentu berdampak pula terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Hal ini diperparah lagi dengan semakin berkurangnya lapangan pekerjaan. Baik di perkotaan maupun pedesaan. Tidak sedikit dewasa ini masyarakat yang menjadi penganggur terselubung. Mereka hidup dengan orang tua atau mertuanya, paska terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK).

Atau pun tergusurnya lahan usaha di kota-kota besar atas kebijakan terhadap pekerjaan sektor informal. Seperti pedagang di trotoar, tanah kosong dan pemukiman. Begitu pun dengan pekerja kasar lainnya. Sementara pemerintah pusat dan daerah belum sepenuhnya memerhatikan pemberantasan kemiskinan yang terus melanda masyarakat. Dampak terbesarnya meningkatnya jumlah pengangguran.

Seperti diungkapkan Larasati (60) warga Desa Cijemit Kecamatan Ciniru, guna memenuhi kebutuhan sehari-harinya terpaksa dirinya mengumpulkan plastik bekas minuman air mineral. Kendati tidak terlalu banyak, karena usianya diambang senja sehingga ada keterbatasan gerak. Ia berusaha tetap survive dengan cara yang mungkin dianggap kurang manusiawi.

Jika platik bekas minuman air mineral sudah terkumpul agak banyak dijualnya ke tukang barang-barang bekas. Sekilogram barang tersebut dihargai Rp 2.500. Perharinya ia memerolehnya kurang dari setengah kilogram. Baru setelah seminggu baru mencapai 3-5 Kg. Uang yang diperolehnya pun tidak kurang dari Rp12.500/minggu. Uang sebanyak itu tidak cukup untuk membeli beras guna memenuhi kebutuhannya.

Kendati demikian, usaha mengumpulkan platik bekas miniman air mineral tidak dihentikannya. “Lumayan kanggo ngabanjel-banjel pangabutuh sadidintena,” ujarnya. Sementara, yang dihidupinya tidak hanya dirinya saja. Tapi ada anak dan menantunya yang tidak bekerja karena tempat jualannya di Jakarta terkena gusuran.***  

I.K.L.A.N

Citizen Journalism

Warta Desa DIHADIRKAN SEBAGAI CITIZEN JOURNALISM. SIAPA PUN BERHAK UNTUK MENGIRIMKAN INFORMASI UNTUK DIJADIKAN BERITA. NAMUN TERLEBIH DAHULU MENDAPAT PERSETUJUAN REDAKSI.

Arsip

a

 

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031