You are currently browsing the daily archive for Oktober 5th, 2007.

Setiap menjelang idul fitri,  (dulu ketika masih di Jakarta) selalu ada perasaan ingin pulang ke Kuningan. Ingin merasakan suasana idul fitri yang lebih khusuk setelah menjalani ibadah puasa di Metropolitan. Sebab berpuasa di kota sesibuk itu, kadang kita dihadapkan pelbagai komunitas. Sehingga pengujiannya terasa lebih berat.

Jika berlebaran di kampung halaman, dalam khayalan. Ada kenikmatan yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Ada ketulusan batiniah yang mengalir secara deras, baik di pelataran tetangga, handai taulan, kakak, adik, sepupu maupun orang tua. Seolah-olah ada sebuah pelita yang terus menyala.

Mengingatkan kemasalampauan diri, juga kemasadepanan yang lebih terang. Mungkin itu bisa disebutkan energi baru untuk lebih kokoh di Metropolitan yang serba tidak terduga tapi terencana.

Ketika telapak tangan saling bersentuhan, ada titik air mata, ada suara terbata dan parau. Ada ketulusan yang mengalir, dalam doa-doanya. Ada energi pendorong untuk kian merekatkan kekentalan persaudaraan yang sekian tahun melemah di terjang tradisi Metropolitan.

Hampir dua puluh tahun, tidak merasakan perasaan seperti itu. Ada perasaan yang hilang tiba-tiba kembali dengan roh berbeda. Rasa persaudaraan ingin saling membantu dan berbagi pengalaman untuk meretas masa depan lebih baik. Suara hati, untuk tetap diam di desa dan tidak kembali ke Metropolitan terus mendenging di kepala.

“Pulang, nak…” pinta ibu kala itu. Tapi selalu dijawab nanti dan nanti. Setelah Metropolitan tidak ramah lagi Tahun 1992-1993 dan 1986. Apalagi menjelang reformasi 1997-1998 keramahan Metropolitan semakin lenyap. Tidak bisa diajak berdamai, justru semakin mengobarkan perasaan takut dan ngeri. Akhirnya Perintah ibu pun dituruti, pulang kampung. Kembali menjadi orang dusun.***

 

BRSUD’45 Berlakukan Operasi Ketupat

Selama ini istilah operasi ketupat selalu identik dengan pihak Kepolisian. Sebab selama ini, kepolisianlah yang paling getoll menggelar operasi ketupat. Namun kali ini, Badan Rumah Sakit Umum Daerah (BRSUD)’45 Kuningan juga membentuk tim operasi ketupat pelayanan RSU selama satu pekan setelah Lebaran dengan lebih ditekankan kepada peningkatan pelayanan gawat darurat.

Kepala BRSUD’45 Kuningan, dr. H. M. Afif Kosasih, M.Kes., melalui ketua tim operasi ketupat pelayanan RSU dr. H. Herman Joyo didampingi Wakil ketua tim, dr. Hj. Titin Suhartini di BRSUD’ 45, Kamis (4/10). Menurut Herman, rapat pembentukan tim operasi Ketupat yang melibatkan seluruh bagian dan tenaga medis berlangsung Rabu lalu di Aula BRSUD’45.

Sesuai hasil rapat tersebut menetapkan, tim operasi ketupat pelayanan BRSUD’45 akan berlangsung sejak Jumat (12/10) hingga Sabtu (20/10) mendatang dengan meningkatkan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD), rawat jalan dan rawat inap.

Disebutkan, tim operasi ketupat BRSUD’45 sendiri akan terfokus kepada peningkatan pelayanan gawat darurat karena kasus kecelakaan lalu lintas pada arus mudik sulit dihindari sehingga kerap mengalami peningkatan dan pihak rumah sakit pun harus sigap dalam menanganinya.

Di samping terfokus terhadap gawat darurat, tim juga tetap konsentrasi terhadap pelayanan medis lainnya, seperti pada kasus-kasus penyakit dalam maupun penyakit ISPA. Untuk penyakit dalam, lanjut Herman, BRSUD menyediakan poliklinik umum dengan menggunakan dua ruangan penyakit dalam yang penggunaan dan pelayanan medisnya akan digabungkan menjadi satu kesatuan.***

I.K.L.A.N

Citizen Journalism

Warta Desa DIHADIRKAN SEBAGAI CITIZEN JOURNALISM. SIAPA PUN BERHAK UNTUK MENGIRIMKAN INFORMASI UNTUK DIJADIKAN BERITA. NAMUN TERLEBIH DAHULU MENDAPAT PERSETUJUAN REDAKSI.

Arsip

a

 

Oktober 2007
S S R K J S M
« Sep   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031